Beranda Bandar Lampung

Jemaah Haji Lampung Pulang Mulai Akhir Agustus, Ini Jadwalnya

412
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
http://www.kupastuntas.co/files/4-88.jpg
Rapat persiapan pemulangan jemaah haji Lampung, di aula Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Kamis (23/8/2018). Foto: Erik/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Setelah melangsungkan ibadah haji di tanah suci Mekkah sekira 40 hari, jemaah haji asal Lampung direncanakan pulang ke tanah air mulai 30 Agustus hingga 24 September 2018.

Sama seperti waktu pemberangkatan, pemulangan jemaah Lampung juga dibagi dalam dua gelombang, dimana gelombang pertama berlangsung pada 30 Agustus-8 September 2018 dengan jumlah 9 kloter, dan gelombang kedua berlangsung pada 10-24 September 2018 dengan jumlah 10 kloter.

Sementara terkait teknis pemulangan jemaah haji Lampung, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung Suhaili menjelaskan, setelah tiba di Bandara Radin Inten II Branti Lampung Selatan para jemaah langsung menaiki bus Damri yang sudah disediakan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Lampung untuk menuju ke Asrama Haji Rajabasa Bandar Lampung.

BACA: BNPB: 5 Variabel untuk Menetapkan NTT Status Bencana Nasional

BACA: Polda Buru Pelaku Begal Wanita di Lampung Tengah

Setelah sampai di Asrama Haji, jemaah akan diserahkan kepada panitia masing-masing kabupaten/kota untuk dipulangkan dengan menggunakan bus, sesampainya di kabupaten/kota jemaah akan disambut oleh Kanwil Kemenag setempat, barulah selanjutnya jemaah diantarkan ke sesuai kecamatan domisilinya.

“Selama jemaah masih berada di Bandara Radin Inten II, keluarga jemaah tak diperkenankan untuk menghampirinya hingga sampai di Asrama Haji Rajabasa, kalau sudah di asrama barulah diperbolehkan bertemu keluarga. Hal ini guna menjaga ketertiban kepulangan jemaah,” ujar Suhaili, saat rapat persiapan pemulangan jemaah haji Lampung, di aula Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Kamis (23/08/2018).

Suhaili mengatakan, adapun Kanwil Kemenag kabupaten yang tak melakukan penyambutan jemaah haji-nya ialah hanya Kabupaten Pringsewu, sehingga panitia haji dari kabupaten tersebut langsung mengantarkan jemaah ke kecamatannya masing-masing.

Ia berpesan kepada PPIH untuk sungguh-sungguh memperhatikan ketertiban jemaah haji, apa lagi jika ada keluarga jemaah yang langsung menjemput di Asrama Haji sehingga harus terdata dengan baik.

Petugas yang mendampingi jemaah juga diminta tetap fokus mengawal jemaah hingga selesai penugasannya, karena menurut Suhaili seringkali petugas tak terkontrol lagi ketika tiba di bandara tak sabar bertemu dengan keluarga.

“Kalau pemulangan biasanya terburu-buru karena kangen dengan keluarga, bisa juga terjadi dengan panitia sehingga tak lagi terkontrol menangani jemaah karena 40 hari tak bertemu keluarga,” katanya.

Dia berharap pemulangan jemaah haji tahun ini dengan lancar dan aman. “Kepada semua panitia yang tergabung dalam PPIH Embarkasi Antara Lampung dimohon kerjasama yang baik dan semoga amal ibadah kita dicatat sebagai amal soleh yang mendapat ganjaran pahala yang setimpal dari Allah SWT,” tuturnya.

BACA: Ditinggal ke Jakarta Rumah di Teluk Betung Selatan Terbakar

BACA: Diduga Korsleting, Dua Unit Rumah di Bakauheni Terbakar

Hal serupa juga dikatakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung Hery Suliyanto. Hery menaruh harapan penuh kepada PPIH dalam menjalankan tugasnya bagaimana pemulangan jemaah tahun ini bisa berjalan tertib dan barang-barang bawaan jemaah juga dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan sampai di bandara sudah berpencar karena tak sabar ingin bertemu dengan keluarga. Kita harapkan penjemputan di bandara sampai di wisma haji tertib seperti pada waktu pemberangkatan. Kalau sudah sampai di Asrama Haji monggo bertemu dengan keluarga,” ujar Hery.

Kerja sama juga diperlukan antara pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Pol PP dalam mengawal perjalanan pulang jemaah sampai di Asrama Haji Rajabasa. (Erik)

Facebook Comments