Beranda Bandar Lampung

Arus Listrik di Bandar Lampung Padam, PLN Lagi-lagi Minta Maaf

10173
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Tak jemu-jemu, PLN Distribusi Lampung menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan pelayanan yang diberikan.

Pasalnya, pasca PLTU Sebalang, di Tarahan, Lampung Selatan terbakar, Kamis (23/08/2018) lalu, terjadi gangguan yang menurut PLN Distribusi Lampung daya mampu pasok di Lampung sebesar 100 MW berkurang.

BACA: Perang Data Menkeu vs Ketua MPR Soal Utang Pemerintah RI

BACA: Dolar AS Kian Perkasa, Rupiah Tergelincir ke Rp14.630

Begini keterangan tertulis yang diterima Kupastuntas.co dari Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Distribusi Lampung, Hendri, Jumat (24/08/2018).

Sehubungan dengan terjadinya gangguan pada peralatan kami di PLTU Sebalang dan berkurangnya debit air di PLTA Besai, sehingga berdampak berkurangnya daya mampu pasok di Lampung sebesar 100 MW. Hal tersebut mengakibatkan kami harus melakukan pengurangan beban di beberapa lokasi di provinsi Lampung.

Kami Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi saat ini dan terus berupaya untuk percepatan recovery sehingga pemenuhan energi tercukupi kembali. Terima kasih atas kerjasama dan pengertian seluruh stakeholder kami yang terhormat.

Berbagai keluhan dituturkan sejumlah masyarakat di dalam grup WhatsApps kepada PLN Distribusi Lampung. Seperti yang diungkapkan Tommy Saputra, warga Jalan ZA Pagar Alam, Kota Bandar Lampung.

“Gara-gara lampu padam, kerjaan kantor jadi terbengkalai,” ujarnya.

Hal senada diucapkan Damar Singgih warga Tanjung Senang. “Lagi asik nonton bola Asian Games, Indonesia versus Saudi Arabia, arusnya malah padam,” ketusnya.

Sebelumnya, kebakaran yang terjadi di PLTU Sebalang menghanguskan sejumlah materiil bernilai miliaran rupiah. Dalam peristiwa itu, dipastikan tidak ada korban jiwa.

“Sebagian belt conveyor putus dan terbakar. Kemudian, unit coal crusher building hangus terbakar. Diperkirakan kerugian miliaran rupiah. Tidak ada korban jiwa,” ujar Plt Kasat Pol PP dan Damkar Lampung Selatan, Heri Bastian, kemarin, Kamis (23/08/2018).

BACA: Badan Usaha Wajib Pakai Biodiesel, Jika Tak Mau Kena Denda

BACA: Tersangka Korupsi, Idrus Marham Mundur Jaga Kehormatan Jokowi

Kebakaran itu terjadi karena adanya percikan api dari mesin pengelasan yang mengenai belt conveyor yang terbuat dari karet. Hal itu memicu kebakaran yang akhirnya mengenai mesin pemecah batu bara (coal crusher building).

“Pada saat itu api dari percikan mesin las mengenai belt conveyor sehingga terbakar. Sehingga memutuskan belt conveyor dan jatuh kemudian masuk ke bagian mesin pemecah batu bara (coal crusher building) sehingga api menjadi lebih besar,” kata Heri Bastian. (Kardo)

Facebook Comments