Beranda Nasional

Terbitnya Instruksi Presiden, Pemerintah Lebih Intens Menangani Gempa Lombok

76
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Salah satu gambaran gempa Lombok beberapa waktu yang lalu. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pemerintah Indonesia akan lebih intens lagi dalam menangani bencana gempa di Pulau Lombok, setelah ditandatanganinya Instruksi Presiden (Inpres) oleh Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi mengemukakan hal tersebut usai bersilaturahmi dan menyerahkan hewan kurban di Kantor Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/8/2018)

“Inpres sudah, sudah (ditandatangani). Yang paling penting adalah penanganannya secara nasional, telah kita kerjakan bersama provinsi dan kabupaten,” ujar Presiden.

Dijelaskan Jokowi, Inpres ini membuat kementerian dan lembaga pemerintahan memiliki payung hukum untuk pelaksanaan membantu korban di lapangan.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mengupayakan penanganan maksimal bagi para korban gempa yang terjadi di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Saat ini, pemerintah pusat fokus pada upaya memperbaiki kerusakan tempat tinggal.

“Kita masih pada tahapan-tahapan terutama yang berkaitan dengan penyampaian untuk bantuan yang rusak berat, sedang, dan ringan. Masih pada proses administrasi secara besar-besaran, ini menyangkut prosedur,” katanya yang dikutip dari CNN pada Sabtu (25/8
/2018).

Terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut gembira hadirnya Inpres. Sebab, kementerian dan lembaga pemerintah lainnya bisa bergerak dengan leluasa untuk membantu korban bencana.

“Dalam situasi seperti ini, kita semua harus bergerak cepat. Penanganan korban gempa menjadi prioritas kita. Juga memulihkan sektor pariwisata Lombok agar bisa bangkit kembali,” tuturnya.

Dijelaskannya, Kementerian Pariwisata telah jauh-jauh menurunkan tim Crisis Center untuk membantu para korban, juga memberikan panduan bagi para turis.

“Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata ini mempunyai tugas untuk membantu pemulihan kondisi korban, juga memberikan informasi yang akurat kepada turis yang ada,” papar Arief. (Rls)

Facebook Comments