Beranda Nasional

Bebasnya Pollycarpus Sang Eksekutor Aktivis HAM Munir

156
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Terpidana kasus pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir, Pollycarpus Budihari Prijanto akan bebas murni pada Rabu (29/8/2018).

Kepala Divisi Pemasyarakatan pada Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Krismono, membenarkan pembebasan terpidana kasus pembunahan aktivis HAM, Munir, tersebut.

“Pollycarpus itu sudah menjalani pembebasan bersyarat sejak 2014. Dan sekarang, besok ini kalau enggak salah sudah selesai pembebasan bersyaratnya itu,” kata Krismono saat dihubungi Selasa (28/8).

“Sehingga dengan bebas murni dan itu kewenangan ada di Balai Pemasyarakatan (Bapas). Kalau mau konfirmasi ke Balai Pemasyarakatan,” lanjut Krismono.

Ia menjelaskan, Pollycarpus selalu melapor ke Bapas saat status hukumnya bebas bersyarat sejak 28 November 2014. Diketahui, Pollycarpus bebas bersyarat berdasarkan Surat Keputusan Pembebasan Bersyarat (SKPB) yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan HAM tanggal 13 November 2014.

“Dulu melapor, tapi begitu bebas murni nanti tidak lagi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, Pollycarpus tetap melapor ke Bapas besok untuk saat resmi mendapatkan status bebas murninya.

“Besok harus melapor ya. Tergantung dari Bapas tapi kewajibannya melapor kepada Bapas bahwa masa pembimbingannya sudah berakhir,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Bandung Budiyana mengatakan, Pollycarpus akan datang ke kantornya besok pagi.

“Besok jam 10 Pak Polly datang menerima surat pengakhiran bimbingan,” ujarnya.

Berdasarkan daftar absensi, kata Budiyana, Pollycarpus telah melapor sekitar 30 kali. Selain itu, sambungnya, selama masa pembebasan bersyarat tidak ada laporan pelanggaran hukum, perbuatan yang meresahkan masyarakat atau tidak terpuji yang dilakukan Pollycarpus.

“Beliau datang secara rutin. Selama pembebasan bersyarat dapat beritenraksi dengan baik dengan masyarakat dan tidak melakukan pelanggaran hukum,” jelasnya.

Pollycarpus, mantan pilot maskapai Garuda Indonesia terbukti bersalah atas meninggalnya aktivis HAM Munir Said Thalib pada 7 September 2004. Ia menjalani masa tahanan selama 8 tahun atas vonis hakim selama 14 tahun penjara. (cnnindonesia.com)

Facebook Comments