Beranda Nasional

Marak Peredaran Benih Bawang Putih Palsu, Kenali Modusnya

58
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Hari Kedua Ramadan, Harga Daging dan Bawang Putih di Pasar Bandar Lampung Naik 1
Ilustrasi.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kementerian Pertanian (Kementan) mengantisipasi maraknya peredaran benih bawang putih palsu dan oplosan dengan menyurati dinas pertanian seluruh Indonesia untuk waspada dan memberikan pengetahuan teknis kepada para importir.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Prihasto Setyanto memanggil perwakilan 15 importir bawang putih pemegang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) 2018 untuk diberikan pembekalan teknis budidaya bawang putih yang meliputi pemilihan benih hingga panen.

 

“Benih bawang putih yang direkomendasikan cocok ditanam yaitu varietas lokal lumbu hijau, lumbu kuning, lumbu putih, tawangmangu baru, sangga sembalun dan satu jenis impor asal Taiwan bernama Great Black Leaf (GBL). Selebihnya kami tidak rekomendasikan karena potensi gagal berumbinya sangat besar, terlebih jenis bawang konsumsi impor asal China yang hingga kini merajai pasaran Indonesia,” jelasnya, Selasa (28/08/2018).

BACA: Dermaga Batubalai Lokasi Favorit Memancing Warga Tanggamus

BACA: Penggunaan Dana Desa Tiyuh Tirta Kencana Tubaba Bermasalah

Prihato mengakui cara membedakan benih asli dengan benih palsu cukup rumit. Terutama bagi importir atau petani baru, akan sulit menilai karena bawang putih untuk benih maupun untuk konsumsi sangat mirip jadi rumit dibedakan.

Prihasto mengungkapkan benih lokal atau GBL cenderung siungnya tidak simetris, sementara bawang impor China siung yang melingkari batang umbi satu dengan lain cenderung simetris. Bawang lokal biasanya ukuran umbinya lebih kecil kecil sehingga kalau dibelah siungnya, benih tampak sudah keluar tunasnya.

Terpisah Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi menghimbau agar pelaku usaha atau importir bawang putih meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran benih bawang putih yang tidak sesuai dengan ketentuan label atau sertifikat.

BACA: Deddy Mizwar Jadi Jubir Jokowi-Ma’ruf, Tim Prabowo Siapkan ‘Senjata’

BACA: Rupiah Tergelincir ke Rp14,600 Saat Dolar AS Melemah

“Apabila terdapat keraguan terhadap kebenaran varietas benih bawang putih dan atau kualifikasi penyedia sebelum proses pengadaan atau pembelian agar segera berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) setempat  dan atau Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Perbenihan Hortikultura dan Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat,” katanya.

Kementan mulai mencatat pemalsuan dan pengoplosan benih bawang putih yang dilakukan para penangkar dan pengedar benih kini mulai bermunculan. Modusnya diantaranya dengan memalsukan label BPSB, menjual bawang putih konsumsi sebagai benih, serta mengoplos benih dengan bawang putih konsumsi. Ada juga yang labelnya sesuai tapi isinya dalam karung ternyata benih palsu atau oplosan. Motifnya diduga meraup untung besar dari selisih harga bawang putih untuk benih dan konsumsi. (*)

Facebook Comments