Beranda Ekonomi

Rupiah Tergelincir ke Rp14,600 Saat Dolar AS Melemah

47
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/rupiahdollar020718-3.jpg
Rupiah dan Dolar

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Nilai tukar rupiah tergelincir dari penguatannya pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (28/8/2018), justru saat mayoritas mata uang di Asia terapresiasi terhadap dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 6 poin atau 0,04% di level Rp14.626 per dolar AS. Padahal, mata uang Garuda sempat melanjutkan penguatannya saat dibuka terapresiasi 12 poin atau 0,08% di posisi 14.608 pagi tadi.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada level Rp14.608 – Rp14.626 per dolar AS. Adapun pada perdagangan Senin (27/08/2018), rupiah mampu rebound dan berakhir menguat 29 poin atau 0,20% di posisi 14.620.

BACA: Polda Lampung Ciduk Bandar Narkoba dan Dua Oknum Polisi

BACA: Dermaga Batubalai Lokasi Favorit Memancing Warga Tanggamus

Dilansir dari Bloomberg, penguatan rupiah sebelumnya didorong berlanjutnya minat investor untuk obligasi dan ekuitas Indonesia saat kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Meksiko mendorong emerging markets.

Meski demikian, bias untuk dolar AS terhadap rupiah tetap cenderung naik kecuali jika terlihat jeda di bawah Rp14.500, menurut perusahaan riset 4cast, divisi Continuum Economics.

“Penguatan [dolar AS terhadap rupiah] di atas level 14.660 tetapi akan terus dihentikan oleh bank sentral [Bank Indonesia],” jelasnya dalam riset.

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, tingkat pelemahan nilai tukar rupiah relatif terkendali sejak awal tahun yakni sekitar 7%.

Dia pun mengklaim BI sudah melakukan berbagai langkah stabilisasi. BI baru saja mengambil langkah stabilisasi dengan suku bunga yang dinaikkan 25 basis poin menjadi 5,5% supaya terjadi capital inflow.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan BI tidak akan membiarkan agenda pilpres yang akan datang mencegahnya menaikkan suku bunga jika diperlukan. Langkah kebijakan di masa mendatang disebutnya akan ditentukan oleh data ekonomi.

BACA: Penggunaan Dana Desa Tiyuh Tirta Kencana Tubaba Bermasalah

BACA: Deddy Mizwar Jadi Jubir Jokowi-Ma’ruf, Tim Prabowo Siapkan ‘Senjata’

Di sisi lain, mayoritas mata uang di Asia terpantau menguat petang ini. Won Korea Selatan memimpin penguatan dengan 0,37%, diikuti renminbi China dan peso Filipina yang masing-masing naik 0,17%.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melemah 0,17% atau 0,157 poin ke level 94,622 pada pukul 17.20 WIB.

Koreksi indeks dolar berlanjut saat dibuka turun tipis 0,01% atau 0,009 poin di level 94,770, setelah berakhir melemah 0,39% atau 0,367 poin di posisi 94,779 pada Senin (27/08/2018). (Bisnis.com)

Facebook Comments