Ini Tanggapan Lantak Terkait Rusaknya Ruas Jalan Provinsi Simpang Kuripan-Putihdoh
Kupastuntas.co, Tanggamus - Ketua Lembaga Anti Korupsi Lampung (Lantak), Erwin Syahrir mengaku sudah mengecek proyek perbaikan ruas jalan provinsi Simpang Kuripan-Putihdoh yang sudah mulai rusak meskipun belum lama diperbaiki ini. Menurutnya, seharusnya dalam pekerjaan pemadatan jalan dengan lapisan aspal beton (Laston) Aus ( Asphalt Concrete-Wearing Course atau AC-WC), Laston Lapis Permukaan Antara (Asphalt Concrete - Binder Course atau AC-BC) dan Laston Lapis Pondasi (Asphalt Concrete- Base atau AC-Base).
“Setelah itu baru dilapisi dengan aspal agregat Kelas A dan Kelas B serta drainase. Tapi itu tidak dilakukan, indikasi marup, dan korupsi anggaran proyek ini,” kata Syahrier, yang juga warga asal Putihdoh, Cukuhbalak itu.
Tujuannya, kata Erwin, agar kepadatan jalan merata. Sehingga, bisa mencegah jalan bergelombang apabila dilalui truk bermuatan berat.
Erwin menjelaskan, pekerjaan yang ada itu ada dugaan bahwa adanya lapisan aspal yang dilewatkan saja. Seperti penghamparan laston AC-Base aspal dasar setebal 7,5 cm, dilanjutkan dengan penghamparan aspal AC-BC setebal 6 cm.
“Itu pekerjaannya, lapisan dilewatkan saja,” ujarnya.
Begitu juga pada pekerjaan drainase terlihat bentuk dan ukurannya tidak pas. Bahkan pasangan batu terlihat kurang sesuai dengan standar pekerjaan umum (PU) karena begitu tipis, alias pengurangan volume.
“Dasar jalan hanya ditimbun tanah yang seharusnya memakai matrial sirtu (pasir batu)," pungkas Erwin Syahrir. (Sayuti)
Berita Terkait: Proyek Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Simpang Kuripan-Putihdoh Miliaran Rupiah Diduga Asal Jadi
Berita Lainnya
-
Melonjak, Harga Daging Sapi di Kotaagung Tanggamus Tembus Rp 180 Ribu per Kg
Jumat, 20 Maret 2026 -
Menakar Bursa Bakal Kepala Daerah Tanggamus di Pilkada 2024
Minggu, 17 Maret 2024 -
PDI Perjuangan Amankan Kursi Ketua DPRD Tanggamus Periode 2024-2029
Kamis, 07 Maret 2024 -
Tak Wajar, Perolehan Suara 4 Caleg DPD RI di Tanggamus Capai 800 Lebih di Satu TPS
Sabtu, 17 Februari 2024








