• Minggu, 08 Desember 2019

SPBU Terminal Menggala Diduga Main Kotor, Belum Direspons

Minggu, 02 September 2018 - 19.34 WIB - 0

Penulis

Kupastuntas

Kupastuntas.co, Tulang Bawang - Masyarakat Menggala, Kabupaten Tulangbawang resah mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar minyak bersubsidi di SPBU.

Hingga saat ini, keluhan tersebut  belum direspons oleh wakil rakyat, pemerintah, penegak hukum atau pihak-pihak terkait dengan cepat.

Diketahui salah satu SPBU 24.345.107 milik BUMD Pemkab Tulangbawang diduga melakukan permainan kotor, hal ini karena pihak pengelola lebih mementingkan pengecor dengan pakai Jerigen.

BACA: Kehilangan Surat Nikah? Ini Syarat Mendapatkan Duplikatnya

BACA: Bripka Yelva Jadi Teladan Warga Tubaba dengan Kloset WC

Sehingga, masyarakat umum sampai tidak kebagian bahan bakar, meskipun SPBU dibuka selama 2 jam setiap harinya dari pukul 06.00-08.00 WIB, namun kendaraan pengecor lebih awal sejak malam harinya telah antri lebih dulu.

Berdasarkan info yang didapat, di SPBU 24.345.107 Terminal Menggala, disetiap dini hari, untuk BBM jenis Premium dengan stok 8 Ton, dihabiskan oleh pengecor Jerigen 5 hingga 6 Ton.

Belum lagi ditambah pengecor yang menggunakan kendaraan mobil dengan jumlah hingga puluhan kendaraan. Alhasil, dipagi dan siang hari, stok BBM terutama premium dikatakan pihak pengelola SPBU habis.

Dengan ulah pihak pengelola SPBU yang lebih mementingkan pengecor ketimbang kepentingan masyarakat, warga Menggala mengancam akan turun ke jalan, jika pihak-pihak berwenang pemegang tongkat kekuasaan tindak bertindak.

BACA: Penjelasan Lengkap Bos BI Soal Kondisi Terkini Ekonomi RI

BACA: Rumah Singgah di Lampung Utara Terkesan Tidak Terawat

Bahkan menurut beberapa warga Menggala, diantaranya Dhaliem, bahwa SPBU yang ada di Menggala terutama di SPBU 24.345.107 Terminal, lebih baik di bakar atau disegel agar tutup saja, dari pada tidak bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

"Kalo malam ramai karyawan yang mengecor, tapi kalo pagi hanya 1 orang karyawan, itupun tutup jam 8 pagi. Saya sendiri sudah lupa bau dan warna Premium itu seperti apa," ujar Ahmad Mustafid yang juga warga Menggala, Minggu (02/08/2018).

Demikian, Richard menambahkan, bahwa ternyata pernah ada masyarakat yang mobilnya hanya takaran full tangki 30 liter, namun ketika diisi di SPBU menjadi 34 liter, padahal tangki kendaraannya juga masih ada sisa, tidak kosong.

"Anehkan, kok sampai berani begitu, mungkin ada oknum tertentu yang membekingi, soalnya bukan kali itu aja terjadi kecurangan, maka lebih baik ditutup total saja dahulu karena sudah jelas melanggar, kalo managemennya dan pengelolanya sudah ganti semua baru buka lagi, dari pada tidak ada faedahnya," terang Richard.

Adapun terjadinya kecurangan ini, lantaran pihak SPBU berdalih BBM yang dicor untuk dikirim ke daerah-daerah pelosok Kabupaten Tulangbawang, padahal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar terbilang masih kurang.

BACA: Kondisi Sekolah di Pematangsawa Tanggamus Memprihatinkan

BACA: Kartu Keluarga yang Baru Telah Terbit, Ini Perbedaannya

Hal tersebut, diduga karena pihak pengelola SPBU mencari keuntungan dari pengecoran BBM bersubsidi tersebut, tanpa memikirkan masyarakat sekitar.

Sementara itu, pihak pengawas SPBU Terminal Menggala Heri, saat dihubungi melalui telepon dirinya tidak bisa memberikan keterangan, karena dirinya hanya seorang pengawas.

Menurutnya, dirinya harus berkoordinasi dengan pimpinan terlebih dahulu. "Bukan nggak bisa kasih keterangan, tapi saya disini hanya pegawai," kilahnya. (Edwin)

  • Editor : Mita Wijayanti