Bupati Lamtim Buka Festival Tani Makmur
Kupastuntas.co, Lampung Timur -Beragam festival yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur diharapkan tidak hanya memberikan kemerihan dan hiburan semata, tetapi terpenting dapat menggerakkan roda perekonomian bagi masyarakat setempat.
Hal itu disampaikan Bupati Lamtim, Chusnunia Chalim, saat menghadiri dan membuka puncak peringatan HUT Desa Mandalasari ke-50 yang dikemas dalam balutan Festival Tani Makmur, Jumat (31/08/2018) lalu.
Dengan adanya 101 festival di Lampung Timur, kita berharap dapat menggerakkan roda ekonomi bagi masyarakat. Kita juga berharap seluruh desa yang ada bersatu padu untuk bergotong royong membangun Lampung Timur. Jangan ada perpecahan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lamtim, Almaturidi, menjelaskan Festival Tani Makmur digagas untuk memberikan support atau dukungan bagi warga Desa Mandalasari di Kecamatan Mataram Baru yang mayoritas warganya berprofesi sebagai petani.
“Mudah-mudahan warga juga terpacu untuk menciptakan inovasi-inovasi baru supaya ke depan hasil panennya lebih melimpah. Bicara pertanian di Desa Mandalasari, kita bisa lihat bahwa yang dihasilkan warga bukan hanya padi, tapi juga hasil bumi lain, termasuk ikan,” bebernya.
Selain padi, tampak berbagai hasil produk pertanian lain memang ditampilkan dalam kegiatan ini. Seperti cabai, mentimun, jahe, tebu, ikan lele, ikan patin, dan lain-lain. Bahkan, salah satu stand peserta festival sudah berani menampilkan produk benih padi berlabel ‘Kangen Sari’.
“Kami dari produk benih padi ‘Kangen Sari’ mengucapkan terima kasih atas bantuan dari pemerintah, sehingga kami sudah bisa menangkarkan benih dengan baik,” ucap anggota Kelompok Tani Karya Tani 1 Desa Mandalasari, Wardoyo.
Melalui festival ini, Wardoyo berharap benih padi yang diproduksi kelompok taninya bisa lebih dikenal masyarakat secara luas, sehingga pesanan untuk musim tanam selanjutnya bisa meningkat. (**)
Berita Lainnya
-
Usai Tembak Teman Saat Main Kartu, Pemuda di Lampung Timur Menyerahkan Diri ke Polisi
Kamis, 12 Maret 2026 -
Petani Was Was Harga Gabah Anjlok Rp 4.500 per Kg di Lampung Timur
Selasa, 02 April 2024 -
Jerit Nelayan di Kuala Penet Lamtim Tidak Pernah Nikmati Solar Subsidi
Selasa, 02 April 2024 -
74 Kasus Kekerasan Terjadi di Lamtim Selama 2023, Didominasi KDRT dan Seksual
Senin, 01 April 2024



