Beranda Daerah Lampung Pringsewu

Harga Naik, Petani Semangka di Pringsewu Semringah

1455
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Hasil Panen buah Semangka di Pringsewu terlihat sedang disortir sebelum dikirim ke Jakarta, Senin (3/9/ 2018). Foto: Manalu/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu – Naiknya harga semangka di musim panen kali ini membuat Petani di Bumi Jejama Secancanan senang dan merasa bersyukur.

Seperti yang diungkapkan Bambang (30) salah satu petani semangka di belakang Kantor Bupati Pringsewu mengatakan sejak Kamis (30/8/2018) telah melakukan panen semangka bersama petani lainnya.

“Luas lahan tanaman semangka yang kami garap ada sekitar 10 hektar dikelola tiga orang dengan pekerja sebanyak 11 orang,” ungkap Bambang di sela waktu memanen semangkanya, Senin (3/9/2018).

Menurutnya, semangka baru bisa dipanen setelah berusia 60 hari. Sedangkan mutu dan jumlah hasil panen tergantung cuaca jika cuaca tidak ekstrim maka rata rata setiap panen bisa menghasilkan 200 ton.

Alhamdulilah sekarang harganya naik Rp3.000 per kilogram dibanding dari panen sebelumnya Rp2.500 per kilogram,” ujarnya.

BACA : Ketua Kerabat Lampung Ajak Masyarakat Bersatu untuk Pemilu Damai

Naik turunnya harga semangka, kata dia, tergantung kondisi di Jakarta mengingat hasil panen ukuran super (di atas 3kg) akan dikirim ke Jakarta. Sementara ukuran sedang (dibawah 3kg) biasanya dipasarkan di Pringsewu dan Bandar Lampung.

“Kalau pesanan dari Jakarta tinggi biasanya harganya ikut naik, kami juga sering mengirim semangka ke Bali,” ungkapnya.

Bambang menambahkan, paska panen nanti mereka akan pindah ke daerah lain untuk mencari lokasi dengan sistem menyewa lahan petani. “Kami memiliki bos yang menyediakan lahan bibit dan pupuk, kami hanya mengelolanya dengan sistem bagi hasil 60 untuk bos 40 untuk kami,” paparnya.

Sementara salah satu tukang bongkar muat semangka mengaku sejak Kamis kemarin rata rata  tiap hari 5 mobil truk mengangkut semangka dari lokasi panen menuju Jakarta. “Satu truk muatannya 5 ton, isinya super semua,” pungkasnya (Manalu).

Facebook Comments