Beranda Daerah Lampung Tanggamus

Wali Murid Jengkel Guru SMPN 2 dan 3 Pematangsawa Jarang Mengajar

84
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi proses belajar mengajar. Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Orangtua siswa SMP Negeri 2 dan 3 Pematangsawa di Kabupaten Tanggamus jengkel terhadap guru yang jarang masuk, sehingga menghambat kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa di daerah terpencil itu.

Padahal untuk sampai ke sekolah di SMP Negeri 2 Pematangsawa yang berlokasi di Pekon Karangbrak atau ke SMP Negeri 3 di Pekon Tampang Muda, Kecamatan Pematangsawa, para siswa harus menempuh perjalanan berjam-jam, melewati perbukitan, semak belukar bahkan menyeberang sungai dan lautan.

Tetapi begitu sampai di sekolah, ternyata aktivitas KBM tidak bisa dilaksanakan karena banyak guru PNS yang tidak masuk kerja alias bolos. Hal itu menyebabkan para siswa harus pulang sekolah lebih awal.

“Terus terang saja, selama ini kami sering dibuat jengkel oleh ulah para pendidik disini, karena para guru jarang masuk alias bolos,” kata Yadi, salah seorang wali murid di Pedukuhan Umbul Gajah, Pekon Telukbrak yang anaknya sekolah di SMPN 2 Pematangsawa.

BACA: Giatkan Budaya Baca, Bupati Lampung Timur Terima Nugra Jasadarma Pustaloka

BACA: Nanang Ermanto Bantu Salurkan Pasokan Air Bersih ke Desa Klawi Bakauheni

Bahkan disetiap hari Sabtu, para siswa SMPN 2 Pematangsawa yang berasal dari anak-anak dari Pekon Telukbrak, Karangbrak, Asahan dan Tirom itu memilih tidak masuk sekolah. Karena pada hari itu (Sabtu) para guru PNS yang merupakan bukan warga setempat, memilih pulang ke rumah masing-masing di kota.

“Kalau hari sabtu, hampir sebagian besar murid tidak sekolah, karena tidak ada guru. Kalaupun sekolah buat capek saja,” kata seorang murid SMPN 2 Pematangsawa di Pedukuhan Subur Aman, Pekon Karangbrak.

BACA: Jadwal Nations League Eropa: Prancis vs Belanda, Portugal vs Italia

BACA: Jalan Ulubelu Tanggamus Hancur, Ganggu Perekonomian Warga

Kondisi serupa juga dikeluhkan para orangtua siswa SMPN 3 Pematangsawa yang berlokasi di Pekon Tampang Muda. Selama ini kebanyakan guru PNS yang merupakan guru droffing dari kota, malas mengajar. Sehingga para siswa lebih banyak menghabiskan waktu disekolah dengan bermain, atau pulang lebih awal.

“Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, secara otomatis para siswa akan ketinggalan mata pelajaran. Padahal dalam waktu dekat akan dilaksanakan ujian,” keluh Toni, salah seorang wali murid SMPN 3 Pematangsawa.

Masyarakat berharap Dinas Pendidikan segera mengambil tindakan tegas, sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan dengan normal. “Kami minta kepada Dinas Pendidikan segera mengambil tindakan, atau guru yang bersangkutan diberhentikan, diganti dengan yang rajin,” kata dia. (Sayuti)

Facebook Comments