Presiden BEM Unila: Nawacita Inkonsisten
Kupastuntas.co, Bandarlampung – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unila M. Fauzul Adzim menyebutkan, bahwa saat ini sedang terjadi inkonsistensi nawacita yang dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi-JK. Karena pada poin ke-7 nawacita, disebutkan Indonesia mampu mandiri secara ekonomi, tetapi pada kenyataannya hari ini Indonesia tidak mandiri dan tidak berdaulat secara ekonomi.
"Kita melihat terjadi inkonsistensi Nawacita yang dilakukan Jokowi dan Jusuf Kalla," katanya kepada Kupastuntas.co di Bundaran Hajimena, Senin (10/9/2018).
Ia menjelaskan bahwa kondisi nilai tukar Rupiah sekarang yang anjlok sampai Rp15ribu/USD sangat bertolak belakang dengan poin ke-7 nawacita. Hilangnya wibawa rupiah ini, katanya, akan menyebabkan terjadinya multiplayer efek.
"Mulai dari harga tahu tempe naik karena impor kedelai dari Amerika, harga emas naik. Begitupun pengusaha pariwisata, karena dolar naik, wisatawan asing bisa borong sovenir dari Indonesia sebanyak-banyaknya. Anjloknya nilai rupiah ini juga menyebabkan masyarakat tidak punya kepercayaan diri secara perekonomian," jelas Fauzul.
Karena itu pihaknya menganggap Presiden Jokowi tidak konsisten. Menurutnya, seharusnya ekonomi dimandirikan, tetapi yang terjadi jauh dari itu. Terbukti saat ini pemerintah tidak fokus kepada ekonomi kerakyatan, tetapi fokus ke infrastruktur. Proyek-proyek pembangunan infrastruktur inilah yang menurutnya mengakibatkan masuknya investasi asing yang menggunakan dolar. Selain itu, bahan baku untuk infrastruktur itu impor. Semakin banyak impor, maka semakin terancam nilai tukar rupiah.
"Kami menuntut agar Pemerintah mampu mengembalikan kewibawaan perekonomian bangsa. Kaji ulang proyek infrastruktur, fokus kembali bangun ekonomi rakyat. Atau dengan cara infrastruktur itu tidak hutang, bahan baku tidak impor," pungkasnya.
Selain itu, Fauzul juga mengimbau seluruh masyarakat untuk mencintai rupiah. Caranya adalah dengan menggunakan produk-produk dalam negeri, jangan gunakan produk impor. (Farhan)
Berita Lainnya
-
Jaksa Telusuri Aset Atas Nama Nanda Indira di Sidang Korupsi SPAM Pesawaran
Selasa, 30 Juni 2026 -
Enam Debt Collector Jadi Tersangka Perampasan Mobil, Salah Satunya Pensiunan Polisi
Selasa, 30 Juni 2026 -
Hiswana Migas Usul Stok Solar Subsidi Ditambah untuk Akhiri Antrean
Selasa, 30 Juni 2026 -
Stok Nasional Tembus 5,1 Juta Ton, Mentan Amran Tawarkan Ekspor 10 Ribu Ton Beras ke Singapura,
Selasa, 30 Juni 2026








