Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

Rekanan Irigasi Way Tulung Balak Tubaba Bantah Bangunan Bermasalah

199
Tampak beberapa sisi bangunan irigasi Way Tulung Balak yang diduga dikerjakan secara asal-asalan. Foto: Irawan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat –¬†Rekanan kontraktor¬†Pembangunan Irigasi Way Tulung Balak Tiyuh Penumangan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) membantah jika pihaknya melakukan tindakan korupsi.

Masyarakat menilai, pelaksanaan pembangunan irigasi tersebut bermasalah, pasalnya ada tumpang tindih dan spesifikasi bahan bangunan yang tidak sesuai dan asal-asalan.

Direktur CV Intan Karya M. Yusuf dalam selembar kertas yang disampaikan oleh Sulaiman menerangkan 5 (lima) poin sanggahan pelaksana proyek irigasi itu juga ditandatangani oleh Konsultan Pengawas dari CV Sumber Daya Teknik yang tertera Inspektur Habib.

Keterangan resmi yang ditulis tangan diterima Kupastuntas.co Rabu (12/09/2018) tersebut berisi:

  1. Bangunan baru tidak tumpang tindih dengan bangunan lama 200 meter.
  2. Bangunan Baru melalui Dinas PUPR dan konsultan bahkan ada penambahan ketinggian di atas bangunan lama diluar RAP untuk menyamakan ketinggian.
  3. Apa yang di kawatirkan oleh masyarakat atas pembangunan Bendungan Way Tulung Balak, tidak ada yang merugikan pihak lain.
  4. Kami selaku rekanan bekerja sesuai dengan gambar dan RAP yang telah ditetapkan.
  5. Terima kasih banyak atas kritikan dan sarannya demi kemajuan Tubaba yg kita Cintai.

Sebelumnya, Ali, salah seorang petani disekitar lokasi pembangunan irigasi mengatakan, hampir di seluruh bagian pembangunan terlihat dilakukan dengan cara akal-akalan, yakni mulai dari adukan semen, sampai di campuran batu dan tanah liat kemudian semen dibagian luarnya saja.

http://www.kupastuntas.co/files/7-80.jpg
Surat sanggahan CV Intan Karya, Pihak Ketiga pembangunan irigasi Way Tulung Balak Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah, Rabu (12/09/2018).
Foto: Irawan/Kupastuntas.co

Ali menyaksikan langsung, perilaku tukang yang membangun irigasi tersebut dengan cara yang sangat buruk. “Yang menjadi kekuatan struktur bangunan saja mereka kurangi seperti semen. Saya lihat dan saya coba sentuh bangunan itu, bagian semennya seperti tepung, tabur semua,” kata dia.

“Kalau lihat di dalam susunan batu itu tidak ada semen, ditambal mereka menggunakan tanah liat, lalu diluarnya saja yang disemen. Saya protes dengan tukang tapi mereka menjawab memang disuruh kerja saja seperti itu, inikan aneh tidak lama pasti rusak,” cetus Ali.

Selain itu, Lison, petani sekitar irigasi mengatakan, bahwa selama dua tahun ini lokasi tersebut dilakukan pemkab irigasi.

“Anehnya kok bangunan irigasi yang lama di timpa degan bangunan yang baru sedangkan anggaran bangunan ini nilainya sangatlah fantastis yang tertera di atas plang proyek tersebut,” ungkapnya di lokasi, Senin (10/09/2018).

Hal itu menurut Lison, terlihat dari batas bangunan irigasi tahun lalu yang hampir dihilangkan karena ditimpa dengan bangunan baru.

“Coba kalian perhatikan bangunan ini sangatlah jelas batas bangunan yang lama di timpa dengan bangunan yang baru,” ucapnya. (Irawan/Bas/Lucky)

Facebook Comments