Beranda Daerah Lampung Pesawaran

BKPSDM Pesawaran Minta Adanya Kajian Lebih Dalam Terkait SE Kemendagri

971
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) Nomor : 180/6867/SJ tentang Penegakan Hukum Terhadap Aparatur Sipil Negara Yang Melakukan Tindak Pidana Korupsi. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Pesawaran – Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pesawaran Zaenal Arifin meminta kepada Pemerintah Pusat untuk dapat memberitahu lebih detail dan spesifik terkait dengan Surat Edaran (SE) Kemendagri tentang Penegakan Hukum Terhadap Aparatur Sipil Negara Yang Melakukan Tindak Pidana Korupsi.

“Pada prinsipnya kami siap untuk melakukan pemecatan terhadap ASN yang terlibat kasus hukum korupsi, tapi kami minta penjelasan lebih mendalam seperti apa teknis atau dasarnya,” ungkapnya, saat dihubungi Kupastuntas.co, Senin (17/9/2018).

Sebab, kata dia, Surat Edaran tersebut dinilai belum menjelaskan secara detail tentang kapan batasan waktu yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Pasca Terbitnya SE Kemendagri, Pemkab Pesawaran Lakukan Pendataan PNS Terlibat Korupsi

“Sekarang kita memang sedang melakukan pendataan, tapi ini kan harus ada yang dikaji dulu terkait SE Kemendagri ini, misalnya apakah pegawai ASN yang sudah melakukan korupsi beberapa waktu yang lalu, kemudian dia sudah bekerja lagi selama 10 tahun mau kita pecat. Kemudian ada ASN yang korupsi tapi sudah di pensiun mau kita pecat, sedangkan dari pemerintah pusatnya saja sudah menyetujui proses pensiunannya,” katanya.

Oleh sebab itu, ia menerangkan perlu ada kajian mendetail terkait keputusan tersebut.

“Kalau kami sih siap saja mau melakukan pemecatan, tapi kami tidak ingin keputusan Bupati untuk melakukan pemecatan itu, justru nantinya mendapatkan gugatan, karena belum adanya dasar yang kuat seperti teknis dan mekanisme mengenai implementasi dari surat edaran tersebut,” terangnya.

“Maka dari itu, kami akan berkoordinasi dulu dengan BKN Pusat untuk menindaklanjuti adanya SE dari Kemendagri tersebut,” timpalnya.

Baca Juga: Terkait SE Kemendagri, BKD Bandar Lampung: Konfirmasi Dulu ke BKN

Diberitakan sebelumnya, Pasca telah diterbitkannya Surat Edaran (SE) Menterian Dalam Negeri (Mendagri) Nomor : 180/6867/SJ tentang Penegakan Hukum Terhadap Aparatur Sipil Negara Yang Melakukan Tindak Pidana Korupsi. Surat yang dikeluarkan pada tanggal 10 September 2018 dan ditandatangani langsung oleh Mendagri Tjahjo Kumolo ini ditujukan langsung kepada Bupati/Wali Kota se-Indonesia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran mengaku saat ini sedang melakukan pendataan terkait berapa jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pesawaran yang tersandung kasus korupsi. Hal ini diungkapkannya saat dihubungi Kupastuntas.co, Minggu (16/9/2018).

“Ya kalau surat dari Kemendagri itu sudah kita tahu,” ungkapnya.

Namun begitu, pihaknya akan segera melakukan pendataan terkait berapa ASN yang terlibat dalam kasus korupsi.

Baca Juga: Gara-gara Ayam, Dua Warga Tanggamus Saling Bacok dan Menewaskan 1 Orang

“Kita saat ini masih melakukan pendataan pada masing-masing OPD, untuk tahu ada tidaknya ASN di sana yang terlibat kasus korupsi, dan juga akan kita lihat apakah ASN yang tersandung kasus korupsi sudah inkrah atau belum,” ucapnya.

“Sebab, ASN yang bisa dipecat itu jika yang bersangkutan itu sudah inkrah, tapi kalau masih ada upaya hukum, seperti banding atau lainnya belum bisa,” timpalnya.

Ia pun mengaku dalam surat edaran Kemendagri itu, diketahui hanya jumlah global untuk jumlah spesifiknya belum diketahui.

Baca Juga: Kurang Dari 1×24 Jam, Polres Lambar Berhasil Tangkap Pelaku Begal

“Kalau tidak salah, untuk Pemerintah Daerah yang ada di Provinsi Lampung itu jumlah seluruhnya ada 71 orang ASN, nah untuk spesifik Kabupaten Pesawaran kita belum tahu,” akunya.

Nantinya, kata dia, setelah diketahui jumlah ASN yang sudah inkrah dan menjalani kasus hukum korupsi akan langsung disikapi.

“Nanti kalau sudah terdata semua ya langsung kita koordinasikan ke BKN untuk proses pemecatan secara tidak hormat tentunya,” tutupnya. (Reza)

Facebook Comments