Beranda Daerah Lampung Lampung Barat

Jaga Kondusifitas, Begini Cara Bupati Parosil dalam Mengambil Keputusan

286
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
http://www.kupastuntas.co/files/WhatsApp-Image-2018-09-20-at-13.15.28.jpeg
Bupati Lampung Barat (Lambar), Parosil Mabsus menerima kunjungan Direktur Utama Kupas Tuntas, Donald Harris Sihotang dan jajaran staff di rumah dinasnya, Kamis (20/9/2018). Foto: Doc.Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat, Bupati Lampung Barat (Lambar), Parosil Mabsus menerima kunjungan Direktur Utama Kupas Tuntas, Donald Harris Sihotang dan jajaran staff di rumah dinasnya, Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Kamis (20/9/2018).

Dalam bincang – bincang, Direktur Utama Kupas Tuntas, Donald Harris Sihotang mengapresiasi pemerintah daerah Kabupaten Lampung Barat dalam menciptakan situasi aman dan kondusif.

“Banyak orang menanyakan apa resep yang bisa membuat Lambar bisa seperti ini, kondusif tanpa adanya demo, tentu ini ada cara, konsep, dan manajemennya,” ungkap Donald Harris.

Baca Juga: Gubernur Lampung Lantik Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus serta Bupati Lampung Tengah

Menanggapi hal tersebut, Parosil mengaku kepemimpinannya belum genap satu tahun. Oleh karena itu, belum dapat menjadi tolok ukur dalam keberhasilan menumbuhkembangkan daerah yang dipimpinnya. Semuanya masih dalam proses menyerap aspirasi dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Lampung Barat.

“Dalam waktu yang masih relatif singkat ini, saya belum banyak berbuat. Kalau masih di bawah satu tahun kepemimpinan saya, sepertinya belum terukur karena masih banyak program yang belum terwujud. Saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya dengan keluarga besar Kupas Tuntas atas apresiasi dan dukungan terhadap saya,” kata Parosil.

Kenyamanan dan ketenangan daerah Lambar sesuai dengan kondisi alamnya, situasi alam yang sejuk membuat menciptakan kedamaian dan ketenangan untuk masyarakat Lampung Barat.

Selain itu, pihaknya juga dalam mengambil keputusan dan memberikan jabatan selalu taat aturan, jadi bukan karena faktor dan kedekatan atau karena kepentingan politik.

“Saya yakin jika pola ini yang dipakai,  kebijakan-kebijakan akan diterima dan gejolak di tingkat masyarakat tentunya akan rendah, karena semua dirembuk mulai dari pekon (desa),” pungkasnya. (Iwan)

Facebook Comments