Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

Mobil Bertonase Besar Malang Melintang Merusak Jalan di Tubaba

113
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
http://www.kupastuntas.co/files/WhatsApp-Image-2018-09-20-at-17.02.32.jpeg
Mobil Bermuatan kayu diduga melebihi tonase saat melintas di jalan protokol Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tubaba, Kamis (20/9/2018) sore. Foto: Irawan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulang Bawang Barat – Warga di Kabupaten Tulang Bawang Barat mengeluhkan maraknya mobil angkutan yang bermuatan melebihi tonase kerap melintas di jalan protokol kecamatan Tulang Bawang Tengah dan di wilayah kecamatan Lambu Kibang. Kendaraan tersebut diduga menjadi dalang dalam kerusakan jalan di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai ini.

Menurut Deki, Salah satu Warga Tiyuh Penumangan, mobil bermuatan tonase lebih tersebut beraksi pada malam hari. “Banyak sih yang sering lewat disini, baik itu truk biasa ataupun Fuso. Kalau muatannya itu, kebanyakan muat tebu sama material proyek. Rata-rata pada malam hari yang banyak, kalau siang ada tapi tidak banyak,” tuturnya, Kamis (20/9/2018).

Deki juga menambahkan, setiap kali mobil tersebut lewat biasanya tidak hanya satu atau dua unit mobil, melainkan rombongan. “Tidak pernah kalau lewatnya satu-satu, pasti rombongan. Paling sedikit tiga mobil rombongannya. Kalau mobil truk yang muat tebu, rata-rata lewat ke arah Panaragan, tapi tidak tahu kemana tujuannya. Tapi, kalau mobil Fuso, ada yang dari arah pertigaan Tugu Pahlawan masuk kearah Tiyuh Penumangan yang bermuatan material proyek kalau tidak salah,” tambahnya.

Baca Juga: Lima Kali Berturut-turut, Pemkot Metro Raih Penghargaan WTP

Hal serupa juga disampai oleh Wandi, Warga Tiyuh Penumangan Baru, pada siang hari dirinya juga sering melihat mobil bermuatan yang bisa dipastikan melebihi kapasitas Tonase. “Sebab, walaupun warga tidak semua memiliki mobil, tapi warga sudah sering melihat dan bahkan ikut memuat singkong hasil panen. Jadi kami juga tahulah ukuran muatan. Kalau muatannya sudah lebih dari bak mobil itu, rata-rata kalau tidak 9-10 ton muatannya. Apalagi kalau Fuso, sudah pasti diatas 12 ton lebih,” tandasnya.

Menurutnya, kalau warga di Penumangan Baru sudah tidak heran melihat mobil yang bermuatan seperti ini. “Sudah tidak heran lagi kalau itu, malah hampir tiap hari dan tiap malam mobil yang lewat yang bermacam-macam muatannya. Mulai dari singkong, sawit, karet, material bangunan dan lain-lain. Tapi mau diapakan lagi, mau kami larang sudah pasti tidak bisa karena bukan wewenang kami,” keluhnya.

“Paling kalau jalannya cepat rusak, imbasnya yang disalahin itu pembuat jalannya. Padahal salah satu penyebabnya karena mobil bermuatan yang cukup berat,” pungkas Wandi yang diamini beberapa warga lain saat ditemui di Pertigaan Tugu Pahlawan Penumangan.

Sementara itu, diketahui Dinas Perhubungan Kabupaten Tulang Bawang Barat melalui Surat Edaran Bupati Nomor: 600/92/SE/TBB/X/2013 menyampaikan Batas Tonase yang diizinkan untuk Ruas Jalan Kabupaten Maksimal Enam Ton dan Jalan Provinsi Delapan Ton. Namun sejauh ini belum ada tindakan tegas untuk penertiban bagi mobil-mobil tersebut. (Irawan/Bas/Lucky).

Facebook Comments