Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

Ketua RK: Sukseskan Program STBM

62
http://www.kupastuntas.co/files/WhatsApp-Image-2018-09-23-at-16.30.11-1.jpeg
Ngadiman, Ketua RK 1 Tiyuh Karta Sari Kecamatan Tulangbawang Udik Tubaba saat membuat kloset jongkok dikediamannya, Minggu (23/9/2018). Foto: Irawan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulang Bawang Barat – Dalam upaya untuk mengurangi ‘jambanisasi’, masyarakat yang masih menggunakan WC ‘cemplung’ dikategorikan dalam WC tidak sehat. Masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat tergerak memanfaatkan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dari Dinas Kesehatan setempat.

Seperti yang dilakukan oleh Ngadiman, Ketua RK 1 Tiyuh Karta Sari Kecamatan Tulangbawang Udik. Ia mendapatkan pinjaman satu unit alat cetakan kloset jongkok dari Program STBM Dinas Kesehatan Kabupaten Tubaba, alat tersebut dimanfaatkannya untuk membuat kloset jongkok dari bahan semen dan pasir.

“Alat cetakan ini dipinjami mas, karena disini masih banyak warga yang menggunakan WC cemplung. Itukan kurang sehat,” terang Ngadiman saat berbincang-bincang di kediamannya sembari ia membuat kloset jongkok tersebut, Minggu (23/9/2018).

Dirinya menegaskan, di Tiyuh Karta Sari masih banyak warga yang WC-nya tidak sehat atau menggunakan WC cemplung, terutama pada RK 1 yang ia bawahi.” Disini masih banyak yang pakai WC cemplung, di RK 1 ini saja ada 24 rumah warga yang masih menggunakannya. Dan itulah, tugas pokok saya untuk merubah WC cemplung yang masih dipakai warga.” pungkasnya.

Ngadiman mengaku, warga yang rumahnya menggunakan WC cemplung, sulit untuk diarahkan agar mengganti dengan WC yang sehat. Sebab, warga tersebut rata-rata merupakan warga yang kurang mampu.” Iya sebenarnya, mereka memang tidak memiliki penghasilan yang mencukupi sehingga WC cemplung ini sulit tergantikan. “tuturnya.

Dengan dipinjamkannya alat cetakan kloset jongkok dari Program STBM, Ngadiman melakukan kegiatan pembuatan kloset jongkok sendiri dirumahnya. Serta, dengan biaya secara pribadi. “Ya kalau semen pasir kan seadanya, satu sak semen bisa menghasilkan 10 buah kloset, jadi kalau sudah sesuai dengan jumlah warga yang WC cemplung itu, nanti kita berikan secara gratis,” cetusnya.

Bukan hanya itu, Ngadiman juga akan mengajak seluruh aparatur Tiyuh seperti para Ketua RT untuk ikut serta membuat WC sehat bagi warga melalui bantuan tersebut.” Pembuatan WC sehat nanti kita lakukan secara bersama-sama. Kalau tidak digerakkan seperti itu, kapan warga bisa memiliki WC sehat,” ujarnya. (Irawan/Bas/Lucky).

Facebook Comments