Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang

Andika: Keberadaan PT SIL Hanya Menambah Penderitaan Masyarakat Tuba

1749
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ratusan masyarakat Tulangbawang dari tiga Kecamatan, Menggala, Gedung Meneng dan Dente Teladas melakukan unjuk rasa damai di PT. Sweet Indo Lampung (PT.SIL). Foto: Edwin/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulangbawang – Ratusan masyarakat Tulangbawang dari tiga Kecamatan, Menggala, Gedung Meneng dan Dente Teladas melakukan unjuk rasa damai di PT Sweet Indo Lampung (PT SIL).

Dalam aksi tersebut, menurut Andika selaku Koordinator Lapangan (Korlap) ada beberapa item yang menjadi tuntutan warga dari tiga kecamatan di Tulangbawang ini, yakni yang pertama meminta kepada Presiden dalam hal ini Menteri Agraria dan tata ruang Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mencabut dan meninjau ulang HGU no 87/HGU/KEM/-ATR/BPN/2017 tertanggal 18 Agustus 2017 tentang perpanjangan HGU atas nama PT Swet Indo Lampung atas Tanah di Kabupaten Tulangbawang dikarenakan perusahaan tersebut tidak melakukan kewajibannya sesuai aturan.

Berita Terkait: Tuntut HGU, Ratusan Masyarakat Sambangi PT Sweet Indo Lampung

“Sebagian lahan yang di kelola PT SIL merupakan lahan gambut dan pinggiran sungai Bawang Latak sesuai HGU. Selanjutnya adanya penghapusan sepihak yang dilakukan pihak Perusahaan kepemilikan Hak Ulayat masyarakat adat yang terletak di kampung Ujung Gunung Ilir yang sekarang berubah menjadi Kampung Tiuh Tohow Menggala,” ujar Andika di lokasi aksi

Selain itu, menurut Andika masalah CSR juga menjadi permasalahan yang hingga kini belum ada kejelasan, apalagi masyarakat tidak pernah merasakan CSR tersebut.

“Selama keberadaan PT SIL, masyarakat belum pernah merasakan dana CSR tersebut, secara berkelanjutan entah kemana dana tersebut, yang jelas masyarakat khususnya warga tiga kecamatan ini tidak pernah merasakannya,” cetusnya.

Baca Juga: Ratusan Anggota TNI-Polri Siap Amankan Aksi Demo Masyarakat Tulangbawang

Selain itu juga, warga juga menuntut selama keberadaan PT tersebut belum pernah memberikan manfaat bagi masyarakat terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan. Selama ini masyarakat hanya dijadikan buruh kasar, selain itu masih banyak tanah warga yang belum diberikan ganti rugi/kompensasi atau pengambil alihan tanah (umbul) oleh perusahaan,” ujarnya.

Pada intinya, menurut Andika keberadaan PT sweet Indo Lampung tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dan keberadaannya hanya membuat susah atau menambah penderitaan masyarakat Kabupaten Tulangbawang. (Edwin)

Baca Juga: Tuntut HGU, Ratusan Masyarakat Sambangi PT Sweet Indo Lampung

Facebook Comments