Beranda Politik

Isi Seminar di Kampus, Sandiaga Uno Jadi Sorotan Bawaslu Lampung

464
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/bawslu.jpg
Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kehadiran Sandiaga Uno ke Lampung dalam rangka mengisi materi seminar di universitas Teknokrat Indonesia pada 4 Oktober 2018 menjadi sorotan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) provinsi Lampung. Pasalnya, kedudukan Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden nomor urut 2 bersama dengan calon presiden Prabowo.

Sandiaga Uno akan hadir di Lampung untuk mengisi seminar terkait kewirausahaan, tetapi kegiatan tersebut berbarengan dengan masa kampanye pilpres yang akan diselenggarakan pada 17 april 2019 mendatang.

Ketua Bawaslu provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah menerangkan, pihaknya akan melakukan pengawasan terkait kedatangan calon wakil presiden tersebut. Hal ini dilakukan karena dalam undang-undang peserta kampanye tidak boleh melakukan kampanye di tiga tempat yakni tempat ibadah, tempat pemerintahan dan juga dunia pendidikan.

Baca Juga: Bupati Tulangbawang Keluarkan Surat Edaran tentang Pengurangan Tonase

“Iya kita akan melakukan pengawasan, karena sesuai dengan peraturan, peserta pemilu tidak boleh melakukan kampanye di dunia pendidikan,” ungkapnya melalui pesan Whatsapp, Kamis (27/9/2018).

Sementara itu, mantan ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Assidiqie menerangkan seperti yang diketahui di rumah ibadah, pendidikan dan kantor pemerintahan memang tidak boleh. Tetapi apabila itu di luar lingkungan kampus walaupun itu isinya orang-orang pendidikan boleh saja asal jangan di dalam kampus.

“Jadi kalau timbul pertanyaan, bagaimana apabila kampus mengadakan acara yang dibuat oleh caleg, tidak apa-apa asal jangan kampanye. Karena yang disebut kampanye kan apabila ada nomor urut, identitas diri caleg, suruh orang milih itu kampanye, tetapi apabila tidak, yah tidak masalah. Itu memang kampanye tetapi halus, namanya soft campaign,” ungkapnya.

Baca Juga: Andika: Keberadaan PT SIL Hanya Menambah Penderitaan Masyarakat Tuba

Hal serupa juga disampaikan pengamat Politik Dedi Hermawan. Dia mengungkapkan, terkait hal ini merupakan kekhawatiran saja, tetapi posisinya saat ini semua capres dan cawapres belum masuk dalam masa kampanye, dan calon tersebut masih bertindak sebagai anggota masyarakat yang kebetulan bertindak sebagai calon.

“Agenda kampanye kan belum dimulai, jadi sah-sah saja, karena posisi mereka juga sebagai narasumber, atau kunjungan silaturahmi, sama saja dengan capres petahana, bisa berkunjung ke mana saja,” ungkapnya.

Baca Juga: 100 Pasangan Ikuti Sidang Isbat Nikah Terpadu di Kabupaten Pringsewu

Dedi juga mengungkapkan, saat ini aturan berkampanye kan belum ada, jadi bisa dimanfaatkan oleh semua paslon dan tim sukses, dengan menebar semua atribut sosialisasi bahkan iklan-iklan juga sudah banyak bertebaran.

“Jadi ini tidak perlu dikhawatirkan, dan kampuspun tidak perlu khawatir, semua boleh hadir, semua bisa menyampaikan gagasan, karena calon sendiri hadiri untuk memberikan wawasan,” kata dia. (Sule)

Baca Juga: PAD di Lambar Belum Optimal, Legislatif Sorot OPD dan Perusahaan Daerah

 

Facebook Comments