• Senin, 16 Desember 2019

Organisasi Wanita Pringsewu Bersatu Tangkal Radikalisme

Kamis, 04 Oktober 2018 - 17.14 WIB - 0

Kupastuntas.co, Pringsewu - Peran wanita di Bumi Jejama Secancanan diharapkan bisa menangkal radikalisme demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan hidup berdampingan dengan damai ditengah perbedaan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Pringsewu Dr. Hi. Fauzi saat membuka Dialog Tematik Forum Keserasian Nasional dengan tema Optimalisasi Peran Organisasi Wanita untuk Menangkal Radikalisme, di lapangan Pekon Sukorejo, Kecamatan Pardasuka, Kamis (4/10).

"Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, budaya dan adat istiadat, dan itu adalah sebagai kekayaan Indonesia yang harus disyukuri bukan untuk dipermasalahkan," kata Fauzi.

Ketua Keserasian Sosial Rumpun Seribu Pekon Sukorejo S. Subali mengatakan, keserasian sosial adalah kondisi yang menjamin kehidupan masyarakat hidup saling berdampingan dan damai.

"Untuk itu kita ciptakan sinergitas hubungan masyarakat yang harmonis dan nyaman," ungkapnya.

Ketua Nasyatul Aisyah Pringsewu, Atmi Saptarini selaku narasumber mengatakan, perempuan terlahir dalam kelembutan maka dengan aura kelembutan dalam tubuh wanita bisa menenangkan suasana yang tegang. Dia mengatakan wanita juga merupakan tiang negara.

"Untuk itu mari kita sepakat, perempuan harus bisa menangkal radikalisme," tegasnya.

Pengurus Muslimat NU Kabupaten Pringsewu, Hj. Halimah mengatakan radikalisme bukan ajaran agama Islam dan Islam tidak mengajarkan kekerasan, melainkan manusianya atau ada orang tertentu yang untuk mencapai suatu keinginnanya mengupayakan segala cara seperti kekerasan dan radikalisme.

"Ini yang perlu kita pahami jadi dalam menangkal radikalisme tidak ada kesalahpahaman," katanya.

Ketua PKK Kabupaten Pringsewu Hj. Nur Rohmah Sujadi mengatakan sebagai warga negara Indonesia harus bisa bermanfaat untuk bangsa baik itu laki laki ataupun perempuan. Menurutnya masyarakat juga harus tahu bahwa agama sudah disahkan oleh negara jadi dalam kehidupan harus toleransi dan saling menghormati meskipun ada perbedaan.

"Perempuan selaku ibu merupakan orang pertama yang membimbing anaknya, maka ajarkan sejak dini kepada anak kita hal yang baik baik, seperti pandangan dan pemahaman terhadap perbedaan. Dan satu pesan saya, kalau ada diantara tetangga atau warga baru supaya hati hati, kita awasi gerak gerik mereka," ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Pringsewu Arif Nugroho mengatakan, tahun 2018 ini ada dua pekon yang ditunjuk pusat untuk melaksanakan program Dialog Tematik yakni Pekon Srikaton Adiluwih dan Pekon Sukerojo Pardasuka.

"Kedua pekon ini berbatasan langsung dengan kabupaten lain sehingga berpotensi terjadi konflik," pungkasnya. (Manalu)

  • Editor : Mita Wijayanti