Ada Surga Tersembunyi di Tanggamus Sebagai Destinasi Wisata Andalan, Yuk Berangkat!
Kupastuntas.co,Tanggamus - Wilayah pesisir dan perairan Teluk Semaka, Kabupaten Tanggamus mulai dari Kecamatan Limau, Cukuhbalak dan Kelumbayan, memiliki pesona wisata bahari yang lengkap dan indah. Kawasan ini surga yang masih terpendam, dan tidak kalah dengan obyek wisata bahari yang sudah mendunia sekalipun.
Kawasan ekowisata bahari ini memilki eksistensi pasir putih, taman dasar laut, penyu langka, lumba-lumba, dan pulau tak berpenghuni yang mempesona, serta karang atoll yang menakjubkan dengan berbagai bentuk.
“Kawasan wisata bahari ini bukan sekedar menampilkan atraksi lumba-lumba dan penyu langka saja. Tetapi juga pemandangan bawah laut yang menakjubkan dengan ribuan ikan dan karang indah, serta pemandangan pesisir pantai yang mempesona,” kata Ahmad Farid, anggota DPRD Tanggamus, Rabu (10/10/2018).
Menurut Ahmad Farid, yang juga putra asli daerah Kecamatan Cukuhbalak, hampir seluruh kawasan perairan dan pantai Teluk Semaka dikelilingi terumbu karang hingga kedalaman 40 meter. Perairannya menyimpan ribuan jenis ikan hias dan ikan pangan.
Pada saat-saat tertentu, ikan-ikan tersebut membentuk kerumunan berenang melintas, begitu pula sekumpulan ikan badut bergaris kuning-putih (ikan Nemo), clown fish, betok biru, kuda laut dan ribuan jenis ikan hias lainnya berkumpul di sekitar anemon laut berwarna hijau itu.
Menurut Ahmad Farid, dengan kekayaan bawah laut yang melimpah dan beragam aktivitas bahari yang bisa dilakukan, wajar kalau pemerintah Kabupaten Tanggamus memprogamkan pengembangan kawasan itu sebagai obyek wisata andalan.
“Sangat banyak aktivitas wisata yang bisa dilakukan di wilayah ini, antara lain menyelam, snorkeling dan memancing,” kata dia yang mengaku saat remaja kerap melakukan penyelaman di wilayah tersebut.
Tak cukup sampai disitu, lokasi memancing dikawasan ini juga menjadi andalan, mulai dari perairan Kecamatan Limua, Cukuhbalak hingga Kelumbayan dan perbatasan wilayah Kabupaten Pesawaran. Dimana wilayah ini merupakan ’kampung’ beragam ikan antara lain kakap merah dan putih, bentong, krapu, barakuda, kembung, blue marlin, simba, tenggiri dan sebagainya.
“Karena kaya akan ikan, kawasan ini menjadi daerah pencurian ikan dengan bom dan racun oleh nelayan luar,” kata Ahmad Farid.
Selain itu, kata dia lagi, wilayah pesisir kawasan ini juga dapat dijadikan sebagai kawasan wisata pantai untuk berenang dengan faktor pembatas berupa permukiman penduduk, dan kawasan wisata pantai untuk berenang dengan faktor pembatas berupa semak belukar rendah yang tumbuh di sepanjang bibir pantai, sedikit vegetasi bakau.
”Pendek kata, kawasan ini surga yang masih terpendam. Dan keindahannya tidak kalah dengan wisata bahari yang sudah mendunia. Hanya tinggal Pemkab Tanggamus saja yang mau menjualnya atau malah tetap terkubur,” pungkasnya. (Sayuti)
Berita Lainnya
-
Air Mata Haru Iringi Pelepasan 249 Jemaah Haji Tanggamus ke Tanah Suci
Kamis, 07 Mei 2026 -
Angka Putus Sekolah di Tanggamus Tembus 2.256 Siswa
Kamis, 07 Mei 2026 -
Rekrutmen Magang ke Jepang Dibuka di Tanggamus, Pendaftar Tembus 150 Orang
Kamis, 07 Mei 2026 -
PN Kota Agung Batalkan Status Tersangka Dua Warga, IKADIN Lampung Apresiasi Perjuangan Advokat LBH Tanggamus
Rabu, 06 Mei 2026








