Eko Prasetyo, Sosok Pejuang Pemberantas Buta Huruf di Way Kanan
Kupastuntas.co, Way Kanan - Lebih kurang enam tahun sudah, Eko Prasetyo, seorang pemuda berusia 31 tahun, warga Blambangan Umpu, lulusan sekolah menengah atas ini, berjuang mengentaskan buta huruf untuk anak-anak desa yang berada di pedalaman 221 Kampung, dan 6 Kelurahan dari 14 Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Way Kanan.
Sosoknya dikagumi sebagian besar masyarakat Way Kanan. Bahkan, banyak masyarakat Way Kanan membenarkan bahwa gerakannya sejak 2012 silam sebagai pejuang baca buku dan tulis memang patut diacungi jempol. Eko pun dimata masyarakat dianggap sebagai tokoh peduli pendidikan yang menanamkan budaya baca tulis kepada anak-anak desa terutama bagi anak desa tidak mampu yang berada wilayah pelosok.
Eko mengakui bahwa apa yang selama ini ia kerjakan, merupakan impiannya yang akan ia capai di masa mendatang. Pertama, ia ingin merasakan dampak pertumbuhan penduduk Way Kanan dengan generasi muda yang mampu berdaya saing sebagai pemimpin bangsa dan orang orang hebat di tanah air. Baik, sebagai perwakilan kabupaten, ataupun mewakili Provinsi Lampung, atau sebagai putra putri terbaik Negara Indonesia.
Dengan giat membaca dan tulis, harapan Eko tidak ada lagi penduduk Way Kanan buta huruf. Dirinya berharap usaha ini bisa membawa kemajuan SDM masyarakat Way kanan di masa yang akan datang. Ditambahkannya apabila telah pintar baca dan tulis, generasi muda Way Kanan bisa percaya diri bersaing menimba ilmu di daerah maupun keluar di tingkat nasional hingga internasional.
"Anak desa tidak harus minder dan ketinggalan perkembangan dunia pendidikan dari daerah lain seperti sekarang ini. Saat ini Lampung sendiri telah banyak menyumbang putra putri daerah untuk kemajuan Indonesia bahkan di posisi strategis dalam pemerintahan,"tuturnya, Rabu (10/10/2018) malam.
Ada beberapa tokoh Lampung yang patut diikuti. Eko mencontohkan, Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu, Ketua MPR RI Zulkifi Hasan, Srimulyani Menteri Keuangan RI, Aburizal Bakri Ketua Umum Partai Golkar, dan Rahmat Darmawan putra daerah Metro yang mampu menjadi pelatih sepakbola timnas Indonesia.
Eko dalam perjalanannya menuju ke desa-desa terpencil tidak selalu mulus, banyak kendala yang dialaminya, mulai dari cuaca, kondisi jalan rusak, dan masih banyak lagi.
"Saat saya ingin berkeliling harus memperkirakan cuaca terlebih dahulu, ini karena saya belum mampu memodifikasi motor saya agar mampu melindungi buku bacaan dari hujan. Setelah itu, saya juga harus mendapatkan banyak informasi kondisi jalan yang akan saya tempuh menuju kampung yang dituju, ini agar tidak membuat perjalanan sia-sia,"tegasnya.
Eko menganggap itu semua adalah pengalaman manis untuk dirinya. Dia harap pengorbanannya selama ini akan berbuah manis nanti, dan Eko menuturkan segala rasa lelah yang dilaluinya seketika sirna ketika ia mendapati senyuman tulus para anak-anak desa yang menanti kedatangannya untuk mendapatkan buku bacaan yang baru.
“Ya tujuan saya agar tidak ada anak anak desa yang jatuh mentalnya, mereka harus bisa bersaing diluar. Karena kemampuan seseorang tidak diukur dari latar belakang kemampuan ekonomi keluarganya. Bahkan, kekurangan itu sering kali menjadi motivasi bagi anak-anak, dan menurut saya negara harus menjamin kalau anak-anak Indonesia tanpa terkecuali harus mendapatkan pendidikan sebaik-baiknya,"harapnya. (Indro)
Berita Lainnya
-
Satu Keluarga Asal Way Kanan Jadi Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS Vs Truk Tangki di Sumsel
Kamis, 07 Mei 2026 -
Warga Gotong Royong Temui DPRD Lampung, Adukan Klaim Tanah Hingga Gugatan Rp70 Miliar
Kamis, 30 April 2026 -
HUT ke-27 Way Kanan, Bupati Ayu Asalasiyah Tekankan Sinkronisasi dan Kolaborasi Pembangunan
Senin, 27 April 2026 -
Gubernur Lampung Tinjau Jalan di Way Kanan, Rp 172,2 Miliar Dialokasikan untuk Perbaikan 20,20 Km
Rabu, 08 April 2026








