• Kamis, 14 Mei 2026

Insiden Sayat Tangan, dr. Tendry Sebut Masalah Kejiwaan dan Lingkungan

Rabu, 10 Oktober 2018 - 21.05 WIB
1.7k

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Terkait insiden sayat tangan yang telah merambah ke SMP di Bandar Lampung, Psikiater Konsultan Anak dan Remaja RSJD Lampung, dr. Tendry Septa, Sp.Kj. menyebutkan bahwa si anak tersebut mengalami masalah kejiwaan.

"Bukan gangguan ya, tapi masalah kejiwaan," katanya kepada Kupastuntas.co, Rabu (10/10).

Tendry menjelaskan, usia remaja sangat mudah dipengaruhi pikirannya oleh lingkungan sekitar, seperti dari media sosial dll. Perilaku seperti itu, katanya, memang khas pada remaja. Bukan hanya sayat tangan, tapi juga perilaku lain yang khas pada remaja di waktu tertentu. Hal itu akan bisa masuk ke wilayah lain ketika informasi itu berhubungan dengan kebanggaan dari si anak tersebut.

"Contohnya, ketika si anak dibilang kalau kamu bisa melakukan ini, artinya kamu lebih hebat, lebih oke. Pada saat ada yang menguatkan bahwa itu memang hebat misalnya, otomatis akan ditiru oleh yang lainnya," jelas Tendry.

Menurut Tendry, dalam menyikapi hal ini harus ada counter dari pemerintah, seperti mengawasi ketat penggunaan medsos. Jangan hanya pada saat ada kasus kemudian di blow up, tapi tidak ada penanganannya.

Terakhir ia berpesan, peran keluarga atau orang tua sangat penting dalam mencegah dan mengurangi kemungkinan remaja mengalami masalah kejiwaan. Ia mencontohkan, orang tua harus bisa menjadi pendengar yang baik saat anaknya curhat. Ketika si anak mengalami masalah, orang tua jangan menghakimi, tapi beri masukan nilai-nilai kebaikan saat anaknya bercerita.

"Sekolah juga hendaknya memantau kemungkinan adanya masalah kejiwaan pada siswa, misal dengan mengawasi perubahan nilai pelajaran, dari daftar kehadiran siswa, dan hal terkait pengerjaan tugas. Bisa jadi si anak mengalami masalah kejiwaan," tambahnya.

Sebelumnya, Walikota Bandar Lampung Herman HN mendatangi SMPN 33 Bandar Lampung atas laporan dugaan tiga siswa sekolah itu yang ikut-ikutan tantangan sayat tangan yang videonya tersebar di media sosial.

"Ini akibat buruk dari penggunaan medsos, ini kan merusak diri sendiri, tidak ada faedahnya. Kita ingin anak-anak ini jadi anak soleh-solehah. Anak-anak dimanapun di Indonesia ini, jangan ikut-ikut media sosial yang buruk-buruk, ikutilah yang baik-baik," katanya. (Farhan)

Editor :