Beranda Internasional

Amerika Diteror Serangkain Paket Bom

25
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Bantu Suami Siapkan Bom Panci, Istri Nur Solihin Ditangkap Densus 1
Ilustrasi

Kupastuntas.co,Bandar Lampung – Serangkaian paket bom yang dikirimkan ke sejumlah politikus dan tokoh di Amerika Serikat dilaporkan memiliki karakteristik sama.

Seorang sumber mengatakan kepada NBC News bahwa paket bom untuk Barack Obama, Hillary Clinton, mantan Direktur CIA John Brennan, dan eks Jaksa Agung, Eric Holder, memiliki karakteristik sama dengan yang dikirim ke rumah investor dan donatur untuk Partai Demokrat, George Soros.

Menurut pejabat tersebut, semua bom itu dibuat dari pipa PVC dengan penghitung waktu digital yang disambungkan ke detonator.

Selain itu, bom tersebut juga mengandung bubuk bahan peledak rendah atau piroteknik, yang biasanya ditemukan di dalam kembang api.

Hasil pemindaian x-ray menunjukkan ada semacam serpihan peluru meriam di dalam pipa PVC tersebut.

Beberapa teknisi bom senior yang mengetahui kasus ini mengatkaan bahwa para pelaku memiliki semua komponen mumpuni untuk membuat ledakan sukses.

Sementara itu, bom yang ditujukan untuk mantan Direktur CIA, John Brennan, di kantor CNN dibungkus selotip dan dirancang dapat benar-benar berfungsi.

Paket bom itu dikirim menggunakan amplop manila yang di dalamnya ditemukan bubuk putih mencurigakan. Ketika paket itu tiba di kantor CNN di New York pada Rabu (24/10) sekitar 10.00 waktu setempat, para karyawan diminta untuk keluar gedung.

Di hari itu, satu paket bom yang ditujukan kepada Barack Obama juga berhasil diintersepsi di Washington DC.

Sementara itu, satu paket bom juga ditemukan di rumah anggota parlemen dari Partai Demokrat, Debbie Wasserman, di Florida.

Namun, paket itu diduga salah alamat karena ditujukan untuk mantan Jaksa Agung AS, Eric Holder.

Sebagaimana dilansir Reuters, anggota kongres dari Partai Demokrat, Maxine Waters, juga menerima paket bom serupa di hari yang sama.

Sehari sebelumnya, mantan calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, menerima paket bom serupa dan berhasil diintersepsi.

Rangkaian paket bom ini bermula pada Senin, ketika aparat menemukan benda mencurigakan di depan rumah George Soros, investor yang juga pendonor terbesar Partai Demokrat.

Kini, aparat sedang menyelidiki dalang di balik rangkaian paket bom ini. Para pakar mengatakan bahwa ahli forensik akan berperan penting dalam proses penyelidikan.

Mereka akan memeriksa sidik jari, DNA, atau rambut yang mungkin tertinggal di bom itu, serta menyelidiki pola tulisan tangan pada paketnya. (cnn)

Facebook Comments