Beranda Bandar Lampung

Wali Kota Bandar Lampung Bongkar Praktik Pungli KTP-el di Disdukcapil

3028
Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN. Foto: Farhan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandarlampung – Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN, membongkar praktik pungutan liar (Pungli) KTP-elektronik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bandar Lampung, Rabu (24/10). Satu oknum PNS dan tiga honorer diduga terlibat dalam kasus ini.

Informasi yang berhasil dihimpun, satu PNS dan honorer tersebut berinisial H. Sedangkan dua lainnya belum diketahui identitasnya.

Praktik pungli ini diduga melibatkan pedagang di sekitar kantor Disdukcapil. Dia bertugas mencari orang yang hendak mengurus KTP-el.

Dari pantauan, Herman HN terlihat marah atas perlakuan oknum PNS dan honorer yang diduga terlibat dalam praktik pungli tersebut. Di tengah-tengah masyarakat yang sedang berada di gedung satu atap itu, Herman HN langsung menginterogasi terduga pelaku dan memanggil setiap orang yang terlibat.

Awalnya, kata Herman, dirinya mendapat laporan dari warga yang mengeluh terkait dugaan praktik pungli tersebut. “Sudah berapa kali orang sms, WA, saya tidak percaya,” kata Herman kepada sejumlah wartawan di gedung satu atap.

Karena penasaran dan ingin membuktikan langsung, Herman meminta seseorang berpura-pura hendak mencetak KTP-el. Menurut dia, apa yang telah dilakukan oleh para oknum ini telah mencoreng wajahnya. Apalagi KTP-el yang jelas-jelas gratis, justru dimanfaatkan untuk mencari keuntungan.

“Kalau orang minta cepat, bayar Rp150, ini sudah keterlaluan, mencoreng muka saya, ini gratis,” tegasnya.

Untuk itu, Herman menegaskan tiga oknum honorer akan dipecat. Sedangkan satu PNS akan diproses di Inspektorat sesuai aturan yang berlaku. Bahkan dia akan melaporkannya ke polisi.

“Harus dipecat, diberhentikan, ini mengkhianati aturan, mengkhianati saya. Saya lanjutkan, lapor ke polisi,” ucapnya.

Sementara, Kepala Disdukcapil Bandar Lampung, Zainuddin, mengaku sangat terpukul atas peristiwa tersebut. Sebab, apa yang ia perjuangkan selama dua tahun di Disdukcapil, telah hancur oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Saya sangat terpukul. Padahal sudah semaksimal mungkin membangun citra positif disini,” singkat Zainuddin. (Wanda)

Facebook Comments