Beranda Politik

Pileg 2019, Dua Partai Politik Terancam Batal Ikut Pemilu

647
https://www.kupastuntas.co/files/16-8.jpg
Pileg 2019

Kupastuntas.co, Bandarlampung – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan terkait adanya dugaan kesalahan dalam penghitungan jumlah kuota perempuan milik Partai Bulan Bintang (PBB) dan Berkarya di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Kamis (25/10/2018).

“Iya siang ini akan kita lakukan sidang pendahuluan dan Jumat (26/10/2018) besok sidang pemeriksaan dengan agenda mendengarkan laporan penemu dan jawaban dari KPU serta pembuktian,” kata Ketua Bawaslu Lampung, Fatikahtul Khoiriyah, kemarin.

Khoiriyah mengungkapkan, kuota keterwakilan perempuan 30 persen wajib dipenuhi partai politik (Parpol) sebagai syarat mengikuti Pemilu 2019. Jika tidak, maka bisa berisiko pada pembatalan mengikuti Pemilu,

“Solusi tersulit tentu parpol harus mengurangi calegnya karena untuk memenuhi syarat 30 persen kuota perempuan. Tapi belum tahu nanti keputusannya seperti apa. Kami harus baca kronologis dari pengawas, kami harus mendengarkan berbagai pihak dulu,” jelasnya.

Menurutnya, Bawaslu juga minta dikomunikasikan dengan Partai Berkarya dan PBB Lampung Utara untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kasus ini tidak menggunakan sistem mediasi, karena bukan penyelesaian sengketa. Namun, ini adanya dugaan pelanggaran administrasi,” imbuhnya.

Sementara itu, pengurus PBB dan Partai Berkarya Lampung Utara terlihat santai menyikapi kesalahan input data tersebut. Ketua DPC PBB Lampung Utara Sofian Toni mengatakan, pihaknya tidak mengetahui jika ada kekurangan keterwakilan perempuan di dapil 2 Lampung Utara. Menurutnya, pihaknya hanya mengikuti hasil pleno dan berita acara yang telah ditetapkan KPU Lampung Utara.

“Saya tidak mengetahui hal tersebut, karena kami tahunya sudah selesai, dan sudah memenuhi syarat. Mungkin salah input mereka, tapi kalau dari kami, sudah kami periksa secara manual sudah lengkap,” ungkapnya.

Namun Sofyan mengakui, pernah menarik calegnya di dapil 2, dari total 10 menjadi 8 caleg. Meskipun begitu tidak mengurangi kuota perempuan.

“Jadi tidak ada masalah, kalau kami memang sudah cukup lah. Kami tetap patokannya berita acara dan pleno, kalau memang ada mungkin salah ketikan saja,” ungkapnya.

Sofyan menambahkan, pihaknya belum mengetahui persis jika persoalan itu akan ditangani Bawaslu. Namun dirinya tak mempersoalkan jika harus melakukan persidangan. “Ya kalau mau adjudikasi nggak apa-apa, DPP saja bisa selesai kok,” jelasnya. (Sule)

Facebook Comments