Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

LPA Tubaba: Pemerkosaan Terhadap Siswi SMPN 2 Lambu Kibang Bukan Delik Aduan

390
Kediaman JN, Orang Tua Diduga Pelaku pemerkosaan terhadap siswi SMPN 02 Lambu Kibang di Tiyuh Gunung Sari Kecamatan Lambu Kibang Kabupaten Tubaba tampak sepi. Foto: Irawan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat – Selain Anggota Legislatif yang mengecam keras tindakan predator anak yang terjadi di SMPN 02 Lambu Kibang, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) juga memastikan jika pemerkosaan terhadap siswi kelas VII itu bukan delik aduan, sehingga aktivis anak ini juga mendesak aparat kepolisian melakukan tindak pidananya.

Elia Sunarto, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Tubaba mengaku kesulitan untuk menghubungi Kepala SMPN 02 Lambu Kibang dan juga Kepalou Tiyuh Gunung Sari.” Ya Mas, saya sudah coba hubungi kepala tiyuh Sapri dan Kepsek SMPN 2 Lambu Kibang Gede,”kata dia.

“Keduanya yang saya coba hubungi via ponselnya meskipun pesan diterima tetapi tidak dibalas. Bahkan kepada kepala sekolah, saya 2 kali pesan via WhatsApp. Saya memang hubungi via pesan dahulu untuk memperkenalkan diri, dan bermaksud koordinasi tetapi tidak direspons,” sambung Elia.

Dirinya akan kunjungi korban dan sekolah tersebut untuk melihat kondisi korban dan mengambil langkah-langkah pendampingan yang dibutuhkan korban.”Pihak keluarga tidak boleh menghalangi langkah ini. Untuk proses hukumnya akan tetap kita kawal, saya akan dorong keluarga untuk melapor, tapi ini bukan delik aduan, tak perlu ada laporan dari korban jika polisi sudah mencium kasus ini harus segera bertindak,”tegasnya.

“Saya sudah terhubung dengan Kanit Reskrim Polsek setempat dan Babinkamtibmas tiyuh itu, dan sudah ada rencana untuk bersama-sama turun ke lapangan,” tutur dia.

Kasus seperti ini, jelas Elia, sudah sering terjadi, LPA Tubaba minta aparatur tiyuh memiliki perangkat serta sistem pencegahan dan tahu apa yang harus dilakukan bila terjadi kasus serupa, untuk itu LPA Tubaba akan membentuk Pokja Perlindungan Anak.

“LPA sudah mendapat laporan kasus ini 2 hari lalu, bahkan sudah mendapat salinan surat perjanjian damainya. Tapi karena banyak nama yang disebut ikut mendamaikan kasus ini, saya butuh waktu untuk melakukan pendalaman kasusnya. Sekarang LPA Tubaba sudah buat janji dengan Kanit Reskrim Polsek setempat untuk bertemu berkoordinasi penanganan kasusnya,” tukas dia. (Irawan/Bas/Lucky).

Facebook Comments