Beranda Daerah Lampung Lampung Selatan

Belasan Siswa SD di Lamsel Keracunan Kue Sarang Laba-laba

80
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Jalani Perawatan-Para siswa yang mengalami muntah sempat menjalani perawatan di Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Ketapang, kemarin. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Selatan – Keracunan massal kembali terjadi di Kabupaten Lampung Selatan. Kali ini sebanyak 16 siswa SDN 1 Karangsari, kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, mengalami keracunan usai mengkonsumsi kue laba-laba yang dijual pedagang di depan sekolah, Senin (5/11/2018).

Para siswa yang keracunan langsung dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Ketapang untuk mendapatkan perawatan. Usai perawatan, sebanyak 14 siswa diperbolehkan pulang. Sementara 4 siswa lagi harus menjalani rawat inap akibat kondisinya yang memburuk.

Keracunan massal itu diketahui, saat beberapa siswa mengalami mual, pusing dan muntah usai memakan kue sarang laba-laba yang dijual pedagang setempat.

Seorang siswa yang sempat mengalami muntah mengatakan, dirinya bersama beberapa siswa membeli makanan jajanan jenis kue laba-laba. Usai menyantap jajanan itu, ia langsung mengalami mual dan pusing.

“Abis makan itu langsung mual dan pusing,” jelas siswa itu didampingi orang tuanya.

Sementara Kepala Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Ketapang, Samsurizal menjelaskan, pihaknya dihubungi pihak sekolah sekitar pukul 08.00 WIB yang memberitahukan ada sejumlah siswa yang mual dan muntah.

Menerima laporan itu, pegawai puskesmas langsung meluncur ke lokasi kejadian. Tiba di sekolah, petugas medis mendapati beberapa siswa yang tampak lemas sembari memegangi kepala dan perut. Bahkan, beberapa siswa lainnya sempat muntah.

Selanjutnya, sebanyak 16 siswa yang diduga keracunan dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Ketapang untuk mendapatkan perawatan.

 “Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, sebanyak 12 siswa boleh pulang atau rawat jalan. Sedangkan empat  lainnya harus menjalani perawatan, karena kondisinya memburuk,” kata Samsurizal.

Samsurizal juga menuturkan, sesuai keterangan para siswa yang keracunan, mereka baru saja membeli dan memakan kue laba-laba dari seorang pedagang di depan sekolah. Tak berselang lama, para siswa langsung merasakan pusing, mual dan sebagian muntah.

“Awalnya hanya ada 12 siswa yang keracunan dikumpulkan di ruang guru. Tidak lama berselang, bertambah 4 anak.  Jadi totalnya ada 16 siswa yang keracunan usai makan kue sarang laba laba dari pedagang keliling yang mangkal di SDN I Karangsari,” terangnya.

Namun, pihak puskesmas belum bisa memastikan penyebab belasan siswa itu mengalami muntah. Pihak puskesmas masih akan terlebih dahulu melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab siswa mengalami keracunan.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, dr Jimmy B Hutapea belum dapat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut.

Sebelumnya, kejadian keracunan makanan menimpa 41 warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan usai menyantap makanan pada acara syukuran bayi di salah satu rumah warga pada 12 September 2018.

Puluhan warga ini sebagian besar dirawat di Puskesmas Rawat Inap Sragi, ada yang di klinik swasta dan 1 dirujuk ke RSUD Bob Bazar.

Beberapa bulan sebelumnya atau tepatnya 7 April 2018, sebanyak 300 warga Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, juga mengalami keracunan setelah menyantap hidangan dalam acara pesta pernikahan. Sebagian besar warga dirawat di Puskemas Candipuro, RSUD Bob Bazar Kalianda Lampung Selatan dan sebagian berobat jalan. Sebagian besar korban mengeluh merasa pusing, mual, demam dan pusing. (Dirsah/LP)

Facebook Comments