Beranda Daerah Lampung Tanggamus

Korban Banjir di Kelumbayan Tanggamus Krisis Makanan dan Pakaian

124
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Tampak salah satu rumah warga yang porak poranda setelah diterjang banjir. Foto : Sayuti/Kupasutuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Korban banjir di Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus kekurangan makanan, dan membutuhkan bantuan material bangunan, serta perlengkapan sekolah.

Memasuki hari keempat pasca banjir di Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan yang terjadi pada Rabu dinihari (7/11/2018), para korban banjir sulit mendapatkan bahan makanan, baik beras, ikan, sayuran dan bahan makanan lainnya karena selain warung sembako yang terendam banjir di daerah itu belum buka, dan harta serta uang wargapun ikut hanyut.

Sedangkan persediaan bahan makanan para korban banjir yang ada di rumah mereka sudah rusak akibat banjir. Kemudian bantuan bahan makanan dari pemerintah setempat dan donatur tidak merata diterima warga, seperti warga Dusun Lubuk Kejung, Boloran Tupak, Sabar dan Tanjung Iman. Dimana untuk menembus keempat dusun tersebut harus melewati Way Umbar, karena jembatan yang biasa dilalui warga ikut hanyut diterjang banjir.

Kepala Pekon Umbar, Samsudin, Minggu (11/11/2018) menjelaskan,  ratusan warganya yang sudah empat hari dilanda banjir kekurangan bahan makanan. Padahal, warga yang sebelumnya mengungsi, sudah mulai kembali ke rumah menyusul surutnya banjir, tapi mereka kesulitan mendapatkan bahan makanan.

“Persediaan bahan makanan warga yang ada di rumah mereka sudah rusak karena sudah empat hari terendam banjir. Warga juga belum bisa membeli bahan makanan karena warung bahan makanan di desa masih tutup. Persediaan bahan makanan di warung juga banyak yang rusak terendam banjir. Sementara bantuan pangan dari pemerintah dan donatur belum sepenuhnya diterima warga,” katanya.

Selain makanan dan air bersih, kata Samsudin, korban banjir yang rumahnya hanyut dan rusak, sangat membutuhkan bantuan material bangunan untuk membuat rumah atau merehab rumah yang rusak.

“Warga butuh kayu, seng atau genting, batu bata, semen, paku dan lain-lain untuk membuat rumah bagi yang rumahnya hanyut atau merehab bagi yang rumahnya rusak,” kata dia.

Samin, warga Dusun Sukajadi,  Pekon Umbar mengatakan, anak-anak juga membutuhkan pakaian sekolah, sepatu dan peralatan sekolah lainnya.

“Pakaian, barang-barang dalam rumah semua habis tidak ada yang bisa diselamatkan, termasuk seragam anak-anak. Saya harap kebutuhan anak didahulukan,” kata warga korban banjir bandang Umbar tersebut.

Saat ini banjir sudah mulai surut. Namun para korban banjir yang mengungsi belum semua bisa kembali karena rumah mereka masih berlumpur. Warga masih membersihkan rumah mereka.

“Kegiatan warga juga masih lumpuh. Mereka belum bisa melakukan kegiatan sehari-hari,” ujar Samsudin. (Sayuti)

Facebook Comments