Beranda Nasional

Pencarian Korban Lion Air Ditutup, Empat Warga Lampung Belum Teridentifikasi

38
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Jakarta – Pasca Badan SAR Nasional (Basarnas) menutup operasi pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan kode penerbangan JT 610 setelah 13 hari bekerja, Sabtu (10/11/2018) siang. Hingga kini, masih ada empat warga asal Lampung yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air yang belum teridentifikasi.

Hingga Minggu (11/11/2018) pukul 19.00 WIB, dari 189 penumpang pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di Tanjung Karawang, baru 79 korban yang teridentifikasi.

Sementara korban asal Lampung baru dua jenazah yang berhasil dikenali, dari 6 penumpang yang tercatat di manifest Lion Air. Dua korban tersebut yakni, Wahyu Aldila asal Pringsewu, dan Wendy warga Bandar Lampung.

Sedangkan empat korban asal Lampung yang belum teridentifikasi adalah Hendra Tanjaya alias Ajung (warga Lampung Utara), Rober Susanto (warga Lampung Utara), Sherly (warga Bandar Lampung) dan Xherdan Fachridzi (warga Pringsewu) yang merupakan anak Wahyu Alldila.

Dari 189 orang di dalam pesawat Lion Air PK-LQP, baru 79 orang yang sudah diidentifikasi. Hal itu tidak mengurangi semangat tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri untuk dapat mengidentifikasi semua body part atau bagian tubuh yang diterima dari tim SAR.

“Pemeriksaan fisik sudah selesai. DNA masih proses, jadi masih ada harapan,” ujar Kepala DVI Pusdokkes Polri, Kombes Lisda Cancer, Minggu (11/11/2018).

Terakhir 79 korban yang teridentifikasi tersebut terdiri dari 59 laki-laki dan 20 perempuan. Saat ini tim DVI Polri sudah memeriksa fisik dari 666 sampel bagian tubuh yang didapat dari tim SAR.

“Jadi tim DVI operasi akan dihentikan kalau sudah tidak ada kiriman dari TKP (tempat kejadian perkara),” ucap Wakil Kepala RS Polri Kombes Hariyanto di tempat yang sama.

Sementara itu kiriman dari tim SAR kemungkinan tidak ada lagi karena operasi SAR sudah dihentikan sejak Sabtu (10/11/2018). Namun Hariyanto menyebutkan dari 666 sampel yang disebutkan itu masih kemungkinan bisa diidentifikasi dari pemeriksaan DNA.

“Memang dari tambahan body part sudah berhenti, tapi tim Inafis masih berusaha, jadi apa yang sudah kita dapat itu misal dengan metode-metode yang harus Inafis kembangkan itu masih bisa berusaha dikembangkan di lab, termasuk tim DNA,” ujar Hariyanto. (Trb/Dtc)

Facebook Comments