Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

25% Masyarakat Tubaba Sudah Tidak Layak Terima Bantuan Beras Kemensos

87
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-03/stok-aman-bulog-kalianda-tak-dapatkan-jatah-beras-impor-01.jpg
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat –¬†Masyarakat penerima manfaat Beras Sejahtera (Rastra) di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) ternyata banyak yang sudah tidak layak menerima beras bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut. Hal ini berdasarkan validasi data penerima manfaat rastra yang saat ini sedang dilakukan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bekerjasama dengan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) setempat.

Koordinator TKSK Kabupaten Tubaba, Zainal Arifin menjelaskan, validasi data penerima manfaat rastra tersebut dilakukan karena Kabupaten Tubaba harus siap melaksanakan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di tahun 2019 mendatang.

“BPNT ini adalah perubahan dari Rastra. Validasi sedang kita lakukan, karena dalam minggu ini ditargetkan harus selesai, karena jika tidak selesai maka masih harus menunggu 6 bulan lagi,”ungkapnya, Rabu (14/11/2018).

Sejauh ini, lanjutnya, validasi data disetiap kecamatan berjalan cukup lancar, meskipun ada beberapa tiyuh yang terkesan enggan untuk dilakukan validasi data tersebut, sehingga jika tidak dilakukan maka akan tetap menggunakan data lama.

“Kita tidak tahu alasannya apa, tapi dalam program BPNT nantinya tetap akan mengacu pada data lama. Kita juga tidak bisa memaksa, meskipun sebenarnya validasi data ini untuk kepentingan masyarakat banyak,”cetusnya.

Disatu sisi, Zainal menyebutkan bahwa melalui  validasi data ini pihaknya bisa mengetahui layak atau tidak penerima manfaat saat ini untuk tetap mendapatkan bantuan itu dalam program BPNT mendatang.

“Setelah kami data, ternyata ada sekitar 25 persen yang sudah tidak layak menjadi penerima manfaat, makanya dalam program BPNT akan diganti dengan penerima manfaat yang baru berdasarkan BDT (Basis Data Terpadu) yang dikeluarkan BPS (Badan Pusat Statistik),”terangnya.

Dalam program baru tersebut (BPNT), penerima manfaat tidak menerima bantuan dalam bentuk barang seperti sebelumnya, tapi setiap penerima manfaat akan mendapatkan kartu yang dapat ditukarkan dengan beras dan telur di warung elektronik (e-warung) yang ditunjuk oleh Kemensos melalui Dinas Sosial ataupun TKSK.

“e-warung ini harus terdaftar sebagai agen Bank Mandiri karena bank inilah yang ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan bantuan tersebut. Jadi kalau rastra dikirim oleh Bulog, BPNT melalui Bank Mandiri. Belum tentu beras, sebab penerima manfaat juga bisa beli telur dengan bantuan tersebut,”tukasnya. (Irawan/Bas/Lucky)

Facebook Comments