Beranda Bandar Lampung

Lagi, KPK Sita Pabrik dan Tanah Zainudin Hasan Senilai Rp6 Miliar

322
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Zainudin Hasan. Foto: Kardo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandarlampung – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita sejumlah aset terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang oleh Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan. Aset yang disita adalah pabrik aspal PT Krakatau Karya Indonesia (KKI) berikut tanah di atasnya yang ditaksir senilai Rp 6 miliar.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah mengatakan, KPK telah melakukan penyitaan tanah yang di atasnya berdiri perusahaan aspal Mix Plant PT Krakatau Karya Indonesia (KKI) yang berada di Desa Campang Tiga, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.

Febri menyebutkan, estimasi nilai pabrik dan tanah itu sekitar Rp 6 miliar. Meski telah disita KPK, pabrik itu masih beroperasi. “Estimasi nilai sekitar Rp 6 miliar. Ini menambah deretan aset yang diduga milik ZH (Zainudin Hasan) dalam kasus TPPU,” jelasnya, Kamis (15/11/2018).

Ia melanjutkan, pabrik itu masih beroperasi, karena penyitaan tidak menghentikan operasional pabrik. “Nanti di akhir barulah dihitung keuntungan pabrik tersebut apakah sebagian masuk jadi milik negara misalnya kalau divonis di pengadilan, dan seberapa besar operasional lainnya akan dihitung,” terang Febri.

Selain itu, KPK juga sudah melakukan penyitaan tanah milik Zainudin Hasan yang berada di Kecamatan Sidomulyo dan Candipuro. Penyidik KPK sudah memasang plang penyitaan lahan yang berada di Desa Rawaselapan, Kecamatan Candipuro dan Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo tersebut.

Di atas lahan yang disita tersebut, terdapat bangunan bekas penggilingan padi. Menurut seorang warga setempat, plang penyitaan KPK itu sudah dipasang pada Selasa (13/11/2018).

“Kalau tanah yang di Sidomulyo, kalau nggak salah (plang sita) itu pasang Selasa lalu. Saya sendiri nggak melihat secara langsung kapan waktu persisnya, tapi Selasa itu sudah ada,” kata Hendra, warga setempat, Kamis (15/11/2018).

Di plang penyitaan tertulis “Tanah ini telah disita dalam perkara tindak pidana pencucian uang dengan tersangka Zainudin Hasan”. Diterangkan pula, penyitaan itu berdasarkan perintah penyitaan dengan nomor SPRIN SITA/148.01.05/01/10/2018 tanggal 12 Oktober 2018.

Dari keterangan warga setempat, kedua bidang tanah tersebut dibeli Zainudin Hasan dari warga Kecamatan Sidomulyo. Tidak hanya itu,

KPK juga telah memasang plang penyitaan di atas lahan yang berada tidak jauh dari kediaman pribadi Zainudin Hasan di Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda.

Sebelumnya, KPK telah menyita beberapa bidang tanah, bangunan, hingga speedboat dalam kasus dugaan TPPU Zainudin Hasan. Sejumlah aset itu diduga disamarkan dengan nama keluarga Zainudin, seperti nama anaknya.

Zainudin, yang merupakan adik Ketua MPR Zulkifli Hasan, ditetapkan sebagai tersangka TPPU. Zainudin telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap fee proyek di Dinas PU-PR Lamsel.

Dalam kasus suap, Zainudin diduga mendapatkan imbalan berupa fee proyek sebesar 10-17 persen di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan.

Tersangka lain yang juga menyandang status tersangka adalah Gilang Ramadan dari CV 9 Naga, Agus Bhakti Nugroho selaku anggota DPRD Provinsi Lampung, dan Anjar Asmara selaku Kepala Dinas PU-PR.

KPK juga menelusuri aliran duit Rp 56 miliar dalam kasus dugaan suap ke Zainudin. Duit itu diduga dari sejumlah proyek sejak 2016 hingga 2018. (Dirsah/Dtc)

Facebook Comments