Beranda Kesehatan

Masuki Musim Hujan, Waspada DBD Ya!

44
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Memasuki musim penghujan, masyarakat diimbau untuk mewaspadai kemungkinan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sebab, pertumbuhan nyamuk akan semakin tinggi pada saat musim penghujan.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta Agus Sudrajat mengatakan, hingga November 2018 sudah ada dua orang yang meninggal dari 81 kasus DBD di Kota Yogyakarta. Angka ini, katanya, lebih sedikit dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu 397 kasus dengan korban meninggal dua orang.

Walaupun begitu, masyarakat harus tetap mewaspadai adanya kemungkinan kenaikan kasus DBD akibat pertumbuhan nyamuk, terlebih pada awal masuknya musim penghujan ini. Cara efektif yang bisa dilakukan adalah dengan menggalakkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), di mana cara itu dapat memutus rantai perkembangan nyamuk Aedes Aegypti yang menularkan penyakit DBD.

“Saya harapkan satu bulan setelah hujan pertama kali itu harus dilakukan pembersihan sarang nyamuk secara serentak. Itu hal yang sangat bagus menekan pertumbuhan nyamuk ini,” kata Agus di Balai Kota Yogyakarta, akhir pekan kemarin.

Ia juga mengimbau, jika sudah muncul tanda-tanda penyakit DBD ini, maka segera untuk memeriksakannya ke fasilitas kesehatan terdekat. Gejala yang muncul, lanjutnya, seperti demam tinggi, mual, muntah, hingga sakit kepala yang parah.

“Keberhasilan penanganan tergantung kepada kecepatan penanganan,” ujarnya.

Anak sekolah, katanya, rentan akan terserang penyakit DBD. Mereka yang rentan berkisar dari umur delapan hingga 17 tahun.

Nyamuk banyak beraktivitas pada saat jam-jam anak sekolah juga melakukan aktivitas. Sehingga, mereka sangat rentan akan terserang DBD, terlebih bagi daya tahan tubuhnya yang lemah.

“Kenapa sebarannya di usia itu (usia anak sekolah), karena sewaktu dia (nyamuk) aktif, ada anak (sekolah) di situ,” kata Agus.

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh sekolah maupun masyarakat untuk melakukan pengecekan dan pembersihan terhadap tempat penampungan air yang ada. Sebab, tempat tersebut sering dijadikan sebagai tempat bagi nyamuk untuk berkembang biak.

“Barang-barang bekas dan sebagainya juga harus dicek ulang, juga talang air supaya tidak menjadi perindukan nyamuk,” lanjutnya. (Rep)

Facebook Comments