Beranda Daerah Lampung Lampung Selatan

Waspada, Letusan Gunung Anak Krakatau Kembali Meningkat

186
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
http://www.kupastuntas.co/files/krakatau1-1cea4a33307ec0feb64855884d30ada7_600x400.jpg
Gunung Anak Krakatau. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Selatan – Aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali meningkat dalam tiga hari terakhir. Jumlah letusan pada kawah kembali mencapai di atas 200 kali dalam sehari.

Berdasarkan laporan PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau periode pengamatan, Minggu (18/11/2018) pukul 00.00- 24.00 WIB, gunung setinggi 338 meter dari permukaan laut (mpdl) nampak  jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal dan tinggi 25-300 meter di atas puncak kawah.

Visual malam dari CCTV teramati sinar pai disertai lontaran material pijar tinggi 100-200 meter diatas puncak. Letusan sebanyak  202 kali teramati memiliki amplitudo : 52-58 mm dengan durasi : 31-182 detik,  Hembusan 11 kali memiliki amplitudo : 17-28 mm dengan durasi : 16-61 detik).

Kemudian 8 kali vulkanik dangkal dengan amplitudo : 9-14 mm dan durasi : 7-10 detik disertai gempa tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 2-56 mm (dominan 56 mm).

“Untuk aktivitas GAK masih fluktuatif. Terkadang turun, tetapi sewaktu-waktu aktivitas letusan dan kegempaannya tinggi. Selama dua hari ini aktivitas letusan diatas 200 kali,” kata Kepala Pos Pantau GAK Andi Suardi di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu (18/11/ 2018) sore.

Sedangkan sebelumnya Sabtu (17/11/2018) pukul 00:00-24:00 WIB, teramati gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi 25-50 meter di atas puncak kawah.

Terekam pada seismograf telah terjadi 236 kali letusan. Asap hitam tebal melambung tinggi 300-800 meter diatas puncak. Visual malam dari CCTV teramati lontaran material pijar dengan tinggi 100-300 meter diatas puncak dengan amplitudo : 47-58 mm dan durasi : 39-212 detik.

“Selama ini status GAK masih waspada  level II. Masyarakat, nelayan, dan wisatawan dilarang mendekati kawah dalam radius 2 kilometer,” terang Andi. (Lp)

Facebook Comments