Banyaknya Peserta Tidak Lulus SKD, Panselnas Tes CPNS akan Lakukan Evaluasi

2089
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
http://www.kupastuntas.co/files/ilustrasi-pendaftaran-cpns-2018-12092018_20180912_231550.jpg
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandarlampung – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin membeberkan, banyak peserta tes CPNS 2018 yang tidak lulus ujian seleksi kompetensi dasar (SKD). Kegagalan ini salah satunya diakibatkan karena naiknya passing grade yang ditetapkan pemerintah.

Untuk tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018, peserta tes jalur umum harus melewati nilai passing grade yang telah diatur dalam Peraturan Menteri PAN-RB tentang nilai ambang batas SKD.

Yaitu nilai 75 untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), 80 untuk Tes Intelegensi Umum (TIU), dan 143 untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Apabila seorang peserta tidak memenuhi nilai ambang batas untuk salah satu kelompok tes, dirinya tetap dinyatakan tidak lulus meskipun mendapat total skor yang besar.

Syafruddin menyampaikan, penyebab banyaknya peserta yang tidak lulus ujian karena standar kelulusan yang diterapkan dalam ujian dinilai sulit. Namun, dia belum bisa menyebutkan berapa persentase peserta yang gugur. Hal itu karena ujian masih berlangsung.

“(Banyak yang tidak lulus ujian SKD) karena sulit (tesnya),” kata Syafruddin, Kamis (8/11/2018). Bahkan kata dia, standar kelulusan yang diberlakukan tahun ini lebih berat dibandingkan rekrutmen CPNS tahun sebelumnya.

“Ya lebih sulit sekarang, karena passing grade-nya dinaikkan supaya lebih kompetitif,” paparnya. Melihat banyaknya peserta CPNS yang tidak lulus ujian SKD, membuat Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Tes CPNS akan melakukan evaluasi.

“Dibiarkan dulu ini (pelaksanaan seleksi) selesai, nanti panitia seleksi akan memutuskan kembali langkah-langkah selanjutnya,” jelasnya. Banyaknya peserta yang tidak lulus pun dikhawatirkan membuat banyak formasi CPNS di suatu instansi malah jadi kosong. Mengenai itu, pihaknya juga akan membahas bersama tim Panselnas.

“Iya nanti itu akan ada tindak lanjut, tidak akan ditinggalkan lah itu. Nanti akan diputuskan, akan dirapatkan kembali di panitia seleksi,” tambahnya.

Sementara itu, sebagian besar peserta SKD CPNS di Bandar Lampung terhenti oleh bahan soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Salah satu peserta, Edi, yang mendaftar formasi guru SMP di Bandar Lampung, mengakui kelompok soal TKP ini sulit. Harapannya untuk bisa mengabdi kepada negara sebagai seorang tenaga pendidik pun gagal.

“Teman-teman saya yang sudah tes juga banyak mengeluh di soal TKP-nya. Dari yang saya baca-baca juga di daerah lain di luar Lampung juga banyak gagal di TKP. Entah kenapa, kita juga nggak tau penilaian TKP itu seperti apa,” katanya, baru-baru ini.

Peserta lainnya, Refki, juga mengaku digagalkan oleh kelompok soal TKP ini. Ia membeberkan perolehan nilainya, yaitu 75 untuk TWK, 90 untuk TIU, dan 123 untuk TKP. “Gagal di TKP, yang lain sudah pas nilainya,” ujarnya.

Sebelumnya, Ahmad juga mengaku dirinya tak lolos SKD meski mendapat total skor 383, dengan rincian nilai 145 untuk TWK, 100 untuk TIU, dan 138 untuk kelompok soal TKP.

“Ya tetap nggak lulus, karena nilai TKP-nya 138, nggak melewati passing grade 143. Walaupun nilai TWK dan TIU-nya lewat passing grade,” tandasnya.

Mengenai banyaknya peserta yang gagal di soal TKP ini, Kepala BKD Kota Bandar Lampung, Wakhidi, mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan BKN pusat. “Kalau itu kan sudah dari BKN-nya begitu, kami di sini hanya memfasilitasi peserta saja,” terangnya. (Farhan/Dtc)

Tanggapan Anda: