• Jumat, 13 Desember 2019

Bupati Lampung Utara Mampu Merajut Kebersamaan Antar Umat Beragama

Minggu, 09 Desember 2018 - 23.30 WIB - 0

Kupastuntas.co, Lampung Utara – Agama merupakan bagian dari nafas hidup kita sebagai umat manusia, sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam bernegara, nilai-nilai agama juga menjadi hal yang paling penting, tertuang dalam Sila Pancasila yang pertama, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa.

Program keagamaan yang menjadi salah satu prioritas di Lampung Utara (Lampura) memang terbilang unik. Karena tidak semua Pemda menjadikan agama menjadi prioritas utama. Bahkan tak jarang pemda membiarkan bidang agama bergerak sendiri.

Bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, bidang keagamaan menjadi satu bagian yang jadi prioritas. Berbagai kegiatan keagamaan begitu meningkat saat Pemkab Lampura dipimpin Bupati Agung Ilmu Mangkunegara. Dalam pelaksanaannya, tidak memandang mayoritas dan minoritas, semua pemeluk agama diberikan porsi yang sesuai.

Sebagaimana tertuang di delapan program prioritas Pemkab Lampung Utara untuk periode 2014-2019, selain dari bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, keamanan, ekonomi, lingkungan hidup, tata kelola pemerintahan, dan agama. Tujuannya, tentu agar warga Lampura semakin mengamalkan nilai-nilai keagamaan dan toleransi dalam keberagaman.

Berbagai kegiatan yang menyangkut keagamaan terus diupayakan. Seperti perbaikan terhadap sarana dan prasarana rumah ibadah, hingga penyaluran bantuan-bantuan yang bersifat sosial. Seperti pemberian kemudahan bagi masyarakat penganut agama. Pemkab setempat sejak tahun 2015 lalu telah menjalankan program umroh dan wisata rohani secara gratis.

Perwakilan masyarakat yang menerima alokasi program tersebut hingga tahun 2018 ini telah ada 270 orang umat Islam yang diberangkatkan ke tanah suci Makkah dan 75 orang non muslim telah melaksanakan wisata rohani ke Mesir, Yordania, dan Israel secara gratis.

Keberhasilan Raden Adipati Surya dalam merajut kebersamaan antar umat beragama menjadi tolok ukur tim Kupas Tuntas untuk memberikannya penghargaan pada Kupas Tuntas Awards 2018 yang telah diselenggarakan, pada Senin (3/12/2018) bertepatan dengan HUT ke-12 Kupas Tuntas. Bupati Lampung Utara ini dinobatkan sebagai salah satu kepala daerah berprestasi dengan Nominasi: Kepala Daerah Merajut Kebersamaan Antar Umat Beragama.

Selain itu, Pemkab Lampung Utara juga berupaya memberikan bantuan untuk sarana ibadah, berupa pemeliharaan Masjid, Mushala, Taman Pendidikan Al Quran, Gereja, Pura dan Wihara. Dari tahun 2015 sebanyak 135 sarana ibadah diberikan bantuan sebesar Rp5 juta per rumah ibadah, di tahun 2016 sebanyak 187 sarana ibadah, tahun 2017 ada 265 sarana ibadah, dan di tahun 2018 sebanyak 293 tempat sarana ibadah.

Bantuan juga diberikan kepada Majelis Taklim sejak tahun 2015 hingga saat ini. Awalnya besaran persatu majelis taklim sebesar Rp1 juta, lalu dinaikkan menjadi Rp2 juta. Totalnya ada 187 majelis taklim yang mendapat bantuan setiap tahunnya. Program bidang agama Pemkab Lampung Utara juga memberikan bantuan untuk guru mengaji dengan besaran per orang sebesar Rp600 ribu. Tak hanya bagi umat Islam, tapi juga untuk umat pemeluk agama lainnya.

Di Pondok Pesantren, Pemkab menyerahkan bantuan rutin untuk 60 pondok pesantren sebesar Rp10 juta. Tak hanya itu, juga disediakan biaya kuliah gratis untuk 100 orang berprestasi. Melalui jalur pendidikan agama 50 persen, dan 50 persen lagi dari jalur umum. Artinya bidang keagamaan mendapat porsi setengahnya. “Pemerintah Daerah Lampung Utara akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyatnya baik dari sarana dan prasarana hingga penyaluran bantuan-bantuan yang bersifat sosial keagamaan,” kata Agung.

Meningkatkan ilmu agama warga, juga diharapkan ikut merajut kebersamaan kehidupan umat beragama di Lampung Utara. Semua umat beragama diharapkan turut membangun dan memelihara kebersamaan dan kerukunan, merawat kebhinekaan dan persatuan.

Agung Ilmu Mangkunegara mengatakan sejarah Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai Agama. Kemerdekaan yang diraih bukan hanya hasil kerja keras maupun golongan tertentu, melainkan kerja keras dari seluruh warga Negara. Persatuan dan kesatuan dari keberagaman warga negara yang akhirnya membuat bangsa ini merdeka.

“Keberagaman yang ada di wilayah Kabupaten Lampung Utara harus kita jaga. Perbedaan ada untuk membuat kita semakin kuat untuk bersatu, menjalin hubungan antar umat beragama dan saling menghormati untuk menciptakan kerukunan umat beragama,” jelas Agung.

Membangun Infrastruktur

Di awal masa pemerintahaan Agung Ilmu Mangkunegara pada periode pertama, kondisi infrastruktur jalan, jembatan dan berbagai sarana pra sarana di Lampung Utara cukup memprihatinkan. Hal ini mengakibatkan pembangunan yang berkesinambungan di Kabupaten tersebut sulit dicapai. Sebab, para investor masih enggan menanamkan modalnya di Lampura, karena akses dan sarana pendukung  yang belum mumpuni.

Bupati Agung Ilmu Negara menilai, pembangunan infrastruktur harus difokuskan, terutama jalan dan jembatan untuk mendukung akses mobilitas masyarakat. Di tahun 2014, jalan mantab di Lampura hanya 46 persen. Setelah dilakukan perbaikan setiap tahun, hasilnya cukup signifikan. “Tahun 2017 kita rilis jalan mantab sudah 73 persen. Memang masih ada 27 persen yang harus kita benahi tapi ini akan naik turun karena jalan tetap digunakan. Jadi kondisinya tak pernah 100 persen. Paling tidak 85 sampai 90 persen. Itu target kita ke depan,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan kondisi pembangunan di Lampura. Agung mengaku salah satu hambatan Pemkab Lampura dalam pembangunan adalah keterbatasan dana APBD. Untuk itu, Agung mulai mencari cara agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) di daerah itu bisa meningkat. Salah satunya dengan melakukan ekstensifikasi sumber-sumber pajak baru, yang salah satu contohnya adalah pajak jasa boga dan pengetatan pengawasan.

Sebelumnya, banyak PAD bocor ke saku pejabat ketimbang ke rakyat. Untuk itu ia prioritaskan memperketat pengawasan. Salah satu caranya, membangun SDM. Hasilnya, Bupati Agung dapat meningkatkan PAD hingga 400 persen. PAD Lampung Utara sebelum dipimpin oleh Bupati Agung hanya di angka Rp23 miliar. Di tahun 2017 meningkat drastis menjadi Rp113 miliar.

“Atas pencapaian ini, Pemkab Lampura mendapat penghargaan dari Kementerian Keuangan, sebagai kabupaten dengan persentase terbesar di Provinsi Lampung. Kita terus tingkatkan kualitas SDM. Jika manusianya sudah bagus, otomatis pembangunan infrastruktur juga akan mengikuti,” kata dia.

Keamanan hingga Kesehatan Terus Berjalan 

Agung Ilmu Mangkunegara sangat fokus untuk menekan angka kriminalitas di daerahnya. Dengan kondisi keamanan yang terjaga, tentu akan berdampak ke sektor lainnya, terutama di bidang ekonomi. Jika Lampura aman, maka investor akan percaya menanamkan modalnya di daerah ini.

Pemkab Lampung Utara dengan jajaran Polri dan TNI bergandengan tangan dalam menciptakan kenyamanan. Dari APBD Rp1,9 triliun, salah satunya untuk subsidi mem-backup tentara dan polisi dalam menjaga keamanan. Kemudian melakukan terobosan melalui program pembina masyarakat di pedesaan yang bertujuan memberikan pekerjaan dan modal kepada warga agar tidak terjerumus melakukan tindak kriminal.

Bupati Agung juga memberlakukan penerapan jam malam. Dalam program itu, tidak boleh ada hiburan di atas pukul 18.00 sore, kecuali acara adat. Hasilnya dapat dilihat, dengan berjalannya siskamling dan angka tindak kriminalitas kian tahun semakin menurun berdasarkan data dari BPS, Polres, dan Kejaksaan Negeri Lampung Utara.

Pelayanan kesehatan juga terus dioptimalkan. Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara dibantu oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah yaitu 1 unit Instalasi Farmasi Kabupaten, 27 unit Puskesmas dan 1 Rumah Sakit Daerah.

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan tingkat pertama oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dibantu oleh 79 Puskesmas Pembantu. Terdapat pula fasilitas pelayanan kesehatan yang dibentuk melalui Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat salah satunya adalah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) sebanyak 117 Poskesdes di seluruh Kabupaten Lampura.

Berbagai program kesehatan saat ini terus bergulir. Di antaranya, seluruh puskesmas memberikan layanan kesehatan khusus kepada para lansia. Seperti senam massal khusus lansia yang digelar di puskesmas setempat seminggu sekali dan pemeriksaan kesehatan sebulan sekali.

Dinkes Lampura juga menyiapkan layanan ambulans gratis layanan call center 24 jam kepada warga. Guna mendukung tenaga kesehatan dalam bertugas, pemda juga membagikan kendaraan roda dua bagi bidan desa.

Yang terbaru, Dinkes Lampura juga mencanangkan program Gerakan Lampura Bebas Cacingan 2018. Gerakan Lampura bebas cacingan ini dalam rangka upaya peningkatan kesehatan yang dimulai sejak usia dini. Salah satunya melalui pengendalian penyakit cacingan yang biasa terjadi pada anak-anak sampai batas SD. ****

  • Editor : Mita Wijayanti