Beranda Bandar Lampung

Tempat Relokasi Belum Siap, PKL Pasar Tengah Terlantar

59
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kabid Penertiban Umum Pol-PP Bandar Lampung, Jan Roma, memberikan keterangan di lokasi penertiban. (foto: Farhan/Kupastuntas.co)

Kupastuntas.co, Bandarlampung – Penertiban dan penataan terhadap pedagang kaki lima (PKL) di seputaran Pasar Tengah, Bandar Lampung, yakni di ruas jalan Katamso, Jalan Suprapto, dan Jalan Bengkulu, terkesan kurang persiapan.

Pasalnya, pasca ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bandar Lampung, Senin (17/12/2018) siang, puluhan PKL kini terlantar.

“Untuk relokasi para PKL yang ditertibkan, memang belum disiapkan tempatnya. Yang jelas, penertiban ini dilakukan demi kenyamanan para pengunjung yang berbelanja di Pasar Tengah sebagai pusat perbelanjaan di Kota Tapis Berseri,” kata Kabid Penertiban Umum Pol PP Bandar Lampung, Jan Roma, Senin (17/12/2018).

Ditegaskan Jan Roma, penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran yang sudah sejak sebulan lalu dilayangkan kepada para PKL.

“Jadi kita sudah sesuai SOP tahapannya, sebelumnya sudah kita beri teguran lisan, teguran tertulis, peringatan, dan terakhir hari ini (kemarin) kita lakukan tindakan penertiban. Sasaran kita yaitu yang berjualan di badan jalan dan di trotoar,” ujarnya.

“Total ada sekitar 40 pedagang yang kita tertibkan. Biasanya pedagang masuknya mulai jam 9 atau 10, oleh karena itu kita coba dari pagi saat mereka baru masuk langsung kita arahkan supaya tidak berdagang di sini,” lanjutnya.

Langkah ini, menurutnya, diambil untuk menghindari penertiban PKL dalam jumlah besar, karena dikhawatirkan dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan tetap berjaga sampai sekitar pukul 15.00 WIB agar tidak ada pedagang yang kembali berjualan di lokasi.

“Alhamdulillah tidak ada penolakan keras dari pedagang. Yang tidak bisa angkat sendiri juga sudah kita bantu angkat dagangannya. Bisa dilihat sendiri sekarang di sini kondisi sudah steril,” tandasnya.

Dalam penertiban ini, tambahnya, mengerahkan dua pleton personil, sekitar 60 orang. 1 pleton yang memang bertugas melakukan pengamanan di Pasar Tengah, kemudian satu pleton lagi dari kantor yang khusus untuk penertiban.

“Sebagai percontohan kita lakukan di Pasar Tengah dulu, tidak menutup kemungkinan semua pasar akan kita tertibkan. Penertiban ini juga sifatnya untuk jangka panjang, jadi kita butuh dukungan dari semua pihak. Tentunya supaya rapi, tertib, dan nyaman,” tutupnya. (Farhan)

 

Facebook Comments