Beranda Bandar Lampung

Akses Data Kependudukan 527 Ribu Warga Lampung Dinonaktifkan, Kenapa?

43
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-02/lebih-cepat-cetak-ktp-el-hanya-lima-menit-01.jpg
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung –¬†Sebanyak 527 ribu akses data kependudukan warga Lampung dinonaktifkan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri lantaran belum melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) per 31 Desember 2018.

Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh mengatakan, akses data kependudukan tersebut akan kembali aktif jika warga yang bersangkutan melakukan perekaman e-KTP.

Saeful menegaskan, selama belum melakukan perekaman e-KTP, maka tak akan bisa menikmati fasilitas layanan masyarakat lainnya yang memerlukan akses nomor identitas kependudukan (NIK).

“Saat yang bersangkutan belum melakukan perekaman tetapi akan mengakses layanan lain seperti pembuatan BPJS, maka dia tak akan bisa menjadi anggota BPJS karena pembuatannya memerlukan akses data kependudukan, karena kita akan menuju single identity yang menginduk pada NIK,” jelas Seful kepada kupastuntas.co, Senin (7/1).

Namun begitu ia merasa bersyukur animo masyarakat untuk merekam cukup tinggi dalam satu bulan terakhir setelah adanya imbauan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh untuk segera melakukan perekaman e-KTP dan jika sampai dengan tanggal 31 Desember 2018 belum merekam, datanya akan dinonaktifkan.

“Peningkatannya sangat signifikan. Dalam satu bulan saja warga yang melakukan perekaman e-KTP bisa mencapai 27 ribu orang di seluruh Lampung,” katanya.

Untuk mencapai target perekaman hingga pemilu 2019, pihaknya terus membuka pelayanan di hari libur, mengagendakan jemput bola untuk perekaman e-KTP di luar kantor, mendatangi sekolah-sekolah yang siswanya sudah memasuki usia wajib KTP yakni 17 tahun namun belum melakukan perekaman. (Erik)

Facebook Comments