Beranda Bandar Lampung

Kunjungan Wisatawan Lampung Turun 7,5% Pasca Tsunami Selat Sunda

55
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Konferensi pers pariwisata Lampung, di Hotel Bukit Randu Bandar Lampung, Senin (7/1/2019). Foto : Erik/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Dinas Pariwisata Provinsi Lampung berupaya membangkitkan kembali gairah pariwisata Lampung pasca tsunami selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung Selatan pada 22 Desember lalu.

Sebab disadari atau tidak, tsunami yang ditimbulkan dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau membawa dampak pada penurunan jumlah kunjungan wisatawan hingga 7,5 persen dari jumlah kunjungan wisatawan sebelum tsunami sebanyak 12 juta orang.

Kepala Dinas Pariwisata Lampung, Budiharto mengatakan, selain wisatawan enggan berkunjung ke destinasi bahari di Lampung, dampak tsunami itu juga menyebabkan jumlah penumpang pesawat udara dan jumlah penginapan hotel menjadi berkurang.

“Mereka yang sudah booking paket pariwisata ke pantai menarik kembali booking-nya. Terpaksa dari ASITA juga meng-cancel keberangkatan pariwisata yang berbau pantai,” ujar Budiharto pada konferensi pers pariwisata Lampung, di Hotel Bukit Randu Bandar Lampung, Senin (7/1/2019).

Sebagai upaya membangkitkan kembali jumlah wisatawan Lampung yang merosot tajam itu, Dinas Pariwisata bersama seluruh stakeholder terkait menyadarkan kembali kepada masyarakat bahwa masih banyak objek wisata pantai yang tak terdampak tsunami seperti pantai Pahawang, Sari Ringgung, Tegal Mas dan lainnya sehingga layak untuk dikunjungi tanpa perlu merasa khawatir.

Di samping itu, dalam mempromosikan Lampung kembali pasca bencana tsunami, stakeholder pariwisata Lampung akan mengemas paket wisata dengan tema Lampung Great Sales “Hot Deals” sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

“Industri perhotelan, penerbangan dan travel agent melalui ASITA sebagai leading sector sepakat untuk memberikan harga terbaik dengan tidak menurunkan kualitas pelayanan pada Januari-Maret 2019. Jadi yang biasanya harga paket Rp 600 ribu menjadi Rp 300 ribu,” katanya.

Sekretaris Umum Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Adi Susanto berharap kepada media untuk memberikan aura positif bagi wisatawan Lampung. Ia coba mengingatkan bahwa wisata Lampung bukan hanya berkaitan dengan bahari, akan tetapi banyak wisata budaya, kuliner dan souvenir yang juga menarik.

“Destinasi wisata bahari itu sudah menyatakan bahwa keadaan situasi laut sudah relatif kembali seperti semula, namun kita juga menunggu penurunan status Krakatau dari siaga ke waspada. Kita tidak bisa berhenti menjual produk pariwisata di Lampung, memang banya produk-produk lain juga yang bisa dijual,” ujarnya. (Erik)

Facebook Comments