Kurir Sabu di Bandar Lampung Terancam Hukuman Mati

81
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-01/bawa-sabu-honorer-dishub-pesawaran-ditangkap-polisi-01.jpg
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandarlampung – Nia Apriani (23), terdakwa kasus kepemilikan narkoba jenis sabu sebanyak dua kilogram, terancam hukuman mati. Hal ini terungkap dalam perdana di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Kamis (10/1/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sabi’in, mendakwa Nia Apriani, warga Provinsi Pekanbaru, dengan pasal berlapis. Dalam dakwaannya di hadapan majelis hakim, Nia yang merupakan kurir antar provinsi didakwa Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 114 ayat 2 UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara minimal 20 tahun dan maksimal seumur hidup.

Dalam dakwaan diterangkan, terdakwa tertangkap tangan oleh Anggota Ditresnarkoba Polda Lampung sekitar bulan September 2018 lalu di depan salah satu bank di Jalan Kartini, Bandar Lampung.

Dari tangan terdakwa Nia, polisi mengamankan dua kilogram sabu yang dikemas dalam dua bungkus snack. Sabi’in menjelaskan, bahwa terdakwa menjadi perantara untuk mengantarkan sabu kepada seseorang di Bandar Lampung, atas perintah Irna (DPO). Terdakwa nekat menjadi kurir, lantaran memiliki utang kepada Irna.

“Awal mulanya, Nia bersama Irna dari klub malam pulang ke kontrakan Irna di Jalan Rajawali Pekan Baru. Di kontrakan itu, Irna menawarkan pekerjaan untuk mengantarkan sabu ke Bandar Lampung,” kata Sabi’in.

Irna, lanjut Sabi’in, kemudian menghubungi Koko (DPO) untuk meminta barang yang akan diantarkan. Barang tersebut kemudian diberikan dengan cara disimpan dalam dua bungkus snack.

“Sesampai di Bandar Lampung, keduanya berhenti untuk mencari tempat peristirahatan. Setelah itu, Koko menelepon Irna dan mengatakan seseorang telah menunggu di depan salah satu bank yang berada di Jalan Kartini,” jelasnya.

Selanjutnya, saat mereka beristirahat, lalu Irna meminta terdakwa untuk pergi kesalahan satu bank yang diberitahu oleh Koko untuk menemui seseorang yang telah menunggu. Setelah terdakwa menunggu, petugas kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Lampung yang mendapatkan informasi bahwa akan ada transaksi narkoba, langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Nia.

“Mendengar bahwa terdakwa Nia ditangkap, Irna melarikan diri,” pungkasnya. (Kardo)

Tanggapan Anda: