Beranda Bandar Lampung

Danrem 043 Gatam Beri Kuliah Umum Mahasiswa Baru Pascasarjana UBL

23
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Rektor UBL, M. Yusuf Sulfarano Barusman (batik kuning) saat memberikan plakat penghargaan kepada Damrem 043 Gatam Erwin Djatniko (nomor 2 dari kanan) usai memberikan Kuliah Umum Rangka Orientasi dan Matrikulasi Mahasiswa Baru Program Pascasarjana UBL, di Auditorium Pascasarjana UBL, Sabtu (12/1/2019). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandarlampung – Program Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL) selenggarakan Kuliah Umum Dalam Rangka Orientasi dan Matrikulasi Mahasiswa Baru Program Pascasarjana. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Auditorium Kampus Dra. Hj. Sri Hayati Barusman ini menghadirkan Komandan Korem 043 Garuda Hitam, Kolonel KAV. Erwin Djatniko, sebagai pembicara utama, Sabtu,(12/01/2019).

Kegitan ini diikuti oleh ratusan peserta mahasiswa baru dari program studi Magister Manajemen angkatan 65, Magister Hukum angkatan 39, Magister Teknik angkatan 34, dan Magister Ilmu Administrasi Ingkatan 13. Turut hadir pula Ketua Yayasan Administrasi Lampung, Dr. Andala Rama Putra Barusman, M.A.Ec., Rektor UBL Dr. Ir. M. Yusuf Sulfarano Barusman, MBA., Direktur Program Pascasarjana UBL, Dr. Agus Wahyudi, Wakil Rektor, Dekan dan Kepala Program Studi UBL.

Dalam sambutannya Rektor UBL, M. Yusuf Sulfarano Barusman mengatakan kegiatan rutin ini bertujuan untuk memperkenalkan kampus UBL pada mahasiswa baru. Selain itu juga bertujuan untuk bertukar pengalaman dengan narasumber.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan UBL pada mahasiswa baru sekaligus knowledge sharing narasumber dengan mahasiswa baru,”  ungkapnya.

Yusuf menjelaskan, melanjutkan pendidikan tinggi hingga program pascasarjana adalah satu-satunya cara yang terbukti untuk meningkatkan kemampuan.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya karena dengan cerdas memilih UBL. Pendidikan pascasarjana merupakan satu-satunya cara yang terbukti bisa meningkatkan kemampuan, kecerdasan dan wawasan seseorang. Hal ini penting karena saat ini banyak muncul anggapan tidak sekolah pun bisa sukses,” tambah Yusuf.

Dalam paparannya, Erwin Djatniko mengangkat tema “Manajemen Kepemimpinan dan Harmoni Dalam Keberagaman”. Erwin mengatakan Indonesia bukan lahir dari persamaan tetapi lahir dari perbedaan dan kehendak untuk bersatu. “Bangsa Indonesia lahir dari perbedaan dan kehendak untuk bersatu. Karena Indonesia merupakan bangsa yang besar, mari mari kita berjuang bersama-sama untuk mempertahankan Bhineka Tunggal Ika,” ucap Erwin

“Untuk menjadi pemimpin tidak mudah, saya ambil contoh dari sisi militer saja sesuai pengalaman saya dan ini saya anggap bisa menjadi teladan, karena seorang pemimpin harus mempunyai skill yang memadai dan mampu menjadi contoh yang terbaik bagi bawahannya yang dipimpin”, tandasnya. (Sule/Rls).

Facebook Comments