Beranda Bandar Lampung

Tak Bernyali Ungkap Aktor Baru, Agus BN Tolak Beberkan Rekening Lain Milik Zainudin

217
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Agus BN. (Foto: Ist/Kupastuntas.co)

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Agus Bhakti Nugroho belum berani mengungkap keterlibatan aktor lain dalam perkara suap fee proyek Dinas PU-PR Lamsel. Sebaliknya, Agus BN memberikan keterangan yang justru terkesan melindungi Zainudin Hasan.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan perkara suap fee proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) dengan terdakwa Bupati Lamsel nonaktif Zainudin Hasan di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Senin (14/1/2019).

Pada persidangan kali ini terdakwa Zainudin Hasan diberikan kesempatan melakukan tanya jawab dengan saksi Agus Bhakti Nugroho (Agus BN) oleh majelis hakim yang diketuai Mien Trisnawaty.

“Saya ingin bertanya. Apakah pernah saya meminta saudara untuk mengambil uang-uang kepada Syahroni dan Anjar Asmara?” tanya Zainudin. Agus BN terlihat gugup saat ditanya. Lalu Zainudin Hasan terkesan memaksa Agus BN untuk menjawab.

“Silakan dijawab saja apa adanya. Jujur saja, tidak apa-apa,” kata Zainudin Hasan. Lalu Agus Bhakti Nugroho menjawab bahwa tidak ada permintaan dari Zainudin Hasan untuk meminta uang dari Anjar Asmara dan Syahroni terkait hasil fee proyek Dinas PU-PR Lamsel.

“Memang tidak ada bahasa seperti itu. Tapi saya ada tugas. Coba dicek dulu, masih ada kuenya apa enggak?” terang Agus BN. Lalu Zainudin Hasan menekankan kembali, bahwa sebenarnya ia tidak pernah memberikan perintah kepada Agus secara spesifik terkait pemungutan aliran uang fee proyek.

“Yang pasti saya tidak ada memberikan perintah. Cukup yang mulia,” kata Zainudin Hasan. Namun dalam persidangan, tetap terungkap jika Agus BN telah menerima setoran fee proyek dari sejumlah pihak setelah dicecar majelis hakim.

Dalam kesaksiannyaAnggota DPRD Provinsi Lampung Agus BN menerangkan, semua uang dari fee proyek Dinas PU-PR Lamsel digunakan untuk keperluan Zainudin Hasan.

“Uang-uang fee proyek yang Anda terima terus diapakan?” tanya hakim ketua Mien Trisnawaty. Agus menjelaskan, uang fee proyek diterimanya dalam bentuk tunai. Tanpa menunggu lama, Agus pun langsung mengalirkan uang itu untuk membiayai kepentingan Zainudin Hasan, seperti pembelian vila di Pulau Tegal Mas milik Thomas Aziz Riska.

“Secara global untuk siapa?” ujar Mien. “Saya serahkan untuk kepentingan (Zainudin Hasan) seperti pembelian vila, ruko, dan memberi Pak Wakil sebesar Rp 350 juta,” jawabnya.

Agus mengakui, selain aliran dana fee proyek dari Anjar Asmara, ia juga menerima uang dari Syahroni. “Ada beberapa kali dapat dari Syahroni. Nominal lupa,” ungkapnya.

“Memang tidak dicatat?” tanya Mien. “Saya dulu pernah catat. Tapi, disuruh buang,” ungkap Agus. “Siapa suruh buang?” tanya Mien.”Bapak (Zainudin Hasan),” jawab Agus.

Karena Agus mengaku lupa uang yang diserahkan oleh Syahroni, Mien pun membacakan berkas acara pemeriksaan (BAP). “Jadi dari Syahroni ada Rp9,647 miliar. Itu dari Syahroni?” tanya Mien.

“Iya, ada yang cash dan ada yang berupa properti,” jawabnya. “Selain itu, ada dari penerima paket pekerjaan?” tanya Mien. “Rusman, Bastian,” jawab Agus. “Itu semua penerima paket pekerjaan?” tanya Mien. “Iya, Yang Mulia,” ucap Agus.

Namun, Agus BN tidak mampu menjelaskan secara rinci mengenai adanya rekening lain milik Zainudin Hasan yang diatasnamakan Sudarman dan Gatot Suseno (Karyawan Zainudin Hasan). Padahal, rekening disinyalir juga untuk menampung aliran dana fee proyek. Hal ini terungkap saat hakim anggota Tina mempertanyakan rekening-rekening lain milik Zainudin Hasan.

“Apakah Anda tahu Zainudin Hasan memiliki rekening-rekening lain mengatasnamakan karyawannya. Karena disinyalir rekening ini juga untuk menampung aliran dana fee proyek,” tanya Tina. “Saya tidak tahu mengenai rekening itu,” jawab Agus BN. (Kardo)

Facebook Comments