Beranda Daerah Lampung Tanggamus

Warga Batu Keramat Tanggamus Hiasi Sepanjang Jalinbar dengan Tanaman Bunga Alamanda

105
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Warga Pekon Batu Keramat bersama Uspika Kotaagung Timur saat bergotongroyong menanam bunga alamanda. Foto : Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Warga Pekon Batu Keramat, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, terus mempercantik dan memperindah lingkungan, terutama di sepanjang ruas jalan lintas barat (Jalinbar) dengan menanam bunga Alamanda (Allamanda cathartica).

Kegiatan itu sering mereka lakukan demi menjaga keasrian, keindahan dan kebersihan lingkungan. Kali ini sesuai harapan Bupati Tanggamus, Dewi Handajani, warga bersama aparat pekon dan Uspika Kotaagung Timur, menanam bunga Alamanda di sepanjang jalan lintas barat (Jalinbar) di perbatasan Pekon Gisting Permai, Kecamatan Gisting dengan Pekon Batu Keramat, Kecamatan Kotaagung Timur.

Camat Kotaagung Timur, Firdaus didampingi Kepala Pekon Batu Keramat, Masranto mengatakan, gotong royong ini selain bertujuan untuk tetap menjaga keindahan, keasrian dan kebersihan lingkungan, terutama di sepanjang ruas jalan raya, sekaligus mendukung program Bupati Tanggamus, Dewi Handajani melakukan penghijauan dan keindahan dengan tanaman bunga Alamanda.

“Jadi gotong royong terutama Jumat bersih terus kita lakukan. Bahkan, masyarakat dan aparat Pekon Batu Keramat sangat antusias menghiasi pinggir jalan dengan tanaman bunga Alamanda,” kata dia.

Firdaus menghimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama di pinggir jalan. Karena menurutnya, meski mereka terus melakukan gotong royong, memanam pohon dan bunga, tapi jika ada warga yang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan, maka gotong royong tersebut akan sia-sia.

“Masih ada warga yang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan. Ini selain merusak keindahan, biang penyakit juga merusak lingkungan terutama sumber air bersih,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Pekon Batu Keramat, Masranto menuturkan kesadaran warga di pekonnya akan hidup bersih semakin tinggi. “Meski menumbuhkan kesadaran itu tak seperti membalikkan telapak tangan, namun sosialisasi harus terus dilakukan. Sehingga masyarakat juga merasa ikut bertanggungjawab terhadap kebersihan terutama lingkungan rumahnya,” ujarnya.

Terpisah, Herman, warga Kotaagung Timur mengaku mendukung program Bupati Tanggamus, Dewi Handajani menanam bunga Alamanda dilingkungan perkantoran, sekolah, lingkungan dan pinggir jalan raya.

Menurutnya, tanaman hias yang umum disebut sebagai bunga alamanda dan juga sering disebut sebagai bunga terompet emas, bunga lonceng kuning, atau bunga buttercup selain indah dan mudah tumbuh juga memiliki banyak khasiat.

“Daun alamanda biasa digunakan sebagai penawar racun dan dipakai ramuan herbal untuk penyakit bisul atau abses, eksim dan kurap. Rasa daun bunga alamanda ini pedas, pahit, berkhasiat laksatif (pencahar),” katanya.

Khasiat lain bunga alamanda menurut Herman adalah, getah bunga alamanda yang berwarna putih memiliki sifat anti bakteri sehingga dapat digunakan sebagai obat penyakit dan antibiotik untuk bakteri Staphylococcus.

Bunga alamanda dapat digunakan untuk mencegah komplikasi dari malaria dan pembengkakan limpa. Buahnya mengandung flavonoid yang bisa dijadikan obat penyakit hati. Dan akar Alamanda bisa dipakai untuk pengobatan penyakit kuning. (Sayuti)

Facebook Comments