Beranda Bandar Lampung

Erick Thohir Banjir Dukungan Jadi Ketum PSSI

32
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Erick Thohir. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Sejumlah klub Liga 1 mendukung ide pencalonan Erick Thohir untuk menjadi Ketua Umum PSSI usai Edy Rahmayadi mundur dan digantikan Joko Driyono.

Erick menjadi salah satu nama yang digadang-gadang menjadi Ketua Umum PSSI. Bahkan terdapat petisi daring yang mendukung Erick menduduki PSSI 1.

Wahyoe Winarto selaku General Manager PSIS Semarang menganggap Ketua Komite Penyelenggara Asian Games 2018 itu layak mendapat panggung utama di dunia sepak bola Indonesia.

“Tentunya kami dukung [Erick jadi Ketum PSSI],” kata Wahyoe kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (22/1).

Wahyoe tidak khawatir dengan kesibukan Erick dalam membagi waktu jika nanti betul terpilih jadi Ketum PSSI.

Setidaknya sampai April 2019, Erick akan sibuk sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) dari pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Erick memang dikenal sebagai pengusaha yang lebih banyak fokus berinvestasi di bidang olahraga. Sedikitnya ada lima klub olahraga ternama yang pernah dan masih dikuasai bos Mahaka Grup tersebut seperti Philadelphia 76ers (NBA), DC United (MLS), Inter Milan (Liga Italia), Satria Muda (Liga Basket Indonesia), dan Persib Bandung (Liga 1).

“Ya kalau itu [Erick bagi waktu kesibukan], yang lebih tahu Pak Erick. Hanya kalau melihat sosok Pak Erick, Pak Erick cocok [jadi Ketum PSSI]. Beliau kan juga orang bola,” ucap Wahyoe.

Senada dengan Wahyoe, manajer Madura United Haruna Soemitro juga berpikiran yang sama. “Silakan saja [masyarakat dukung Erick jadi Ketum PSSI], itu aspirasi yang harus diformalkan,” ucapnya.

Sementara itu pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni menilai tidak mesti tokoh yang berkuasa, yang punya kekuasaan, pengusaha, atau orang kaya yang memimpin PSSI karena sudah memiliki potensi untuk menjadi industri yang mandiri.

“Dibuka saja seluas mungkin pemilihan Ketua Umum PSSI. Jangan dibatasi syaratnya harus begini, harus begitu, yang membuat orang-orang bagus tidak bisa masuk. Jadi siapapun bisa menjadi kandidat, yang penting dia memahami sepak bola,” tutur Koesnaeni.

“Pemahaman dan wawasan dia tentang sepak bola bisa diuji. Kalau di fit and proper test ketahuan tidak mengerti [sepak bola], ya tidak usah dipilih. Kita harus berani membuat terobosan besar di sepak bola ini, supaya pengurusnya itu betul-betul mandiri dan profesional,” tuturnya menambahkan. (cnn)

Facebook Comments