Beranda Daerah Lampung Way Kanan

Sertifikat Tanah Tak Kunjung Jadi, Warga Sidoarjo Way Kanan Merasa Ditipu Kepala Kampung

246
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Warga Sidoarjo Way Kanan mengeluhkan pembuatan sertifikat tanah yang tak kunjung usai, padahal mereka telah membayar kepada kakam setempat. Foto : Sandi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Way Kanan – Warga Sidoarjo Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan merasa tertipu oleh kepala kampung mereka pasalnya pembuatan sertifikat tanah sudah setahun tak kunjung selesai. Daldiri kepala kampung setempat menjanjikan sertifikat akan jadi dalam beberapa bulan, namun kenyataan tak sesuai harapan.

Warga merasa tertipu pasalnya Daldiri telah menarik uang dari masyarakatnya dengan janji akan dibuatkan sertifikat.

Namun meski dijanjikan 3 bulan selesai, nyatanya meski sudah berjalan satu tahun setelah pembayaran uang muka, pembuatan sertifikat tanah yang dijanjikan tak kunjung selesai.

“Kami sudah bayar uang muka Rp 1 juta pada bulan Januari 2018 lalu, dan sisanya sebanyak Rp 2,5 juta akan dibayar paling lama 3 bulan menunggu sertifikat jadi, sudah setahun gak ada kabar beritanya ini kami merasa tertipu,” terang Suparmi salah seorang warga Kampung Sidoarjo, Rabu (30/1/2019).

Pembayaran uang muka tersebut menurut Suparmi dilakukan suaminya dirumahnya sendiri dimana saat itu bulan januari 2018 lalu Kepala Kampung Daldiri langsung datang mengambil uang tersebut dan memberikan tanda terima memakai stempel Kepala Kampung Sidoarjo.

Selain itu ada warga lain yaitu Siti, mengatakan pembayaran uang muka yang dibayarkan suaminya sebesar Rp 2,5 juta dari Rp 4,5 yang sisanya akan dilunasi setelah sertifikat jadi.

“Pak Kepala Kampung dulu memberi waktu seminggu, kami harus membayar uang muka kalau tidak katanya gak boleh lagi daftar buat sertifikat, sehingga saya cari uang bungaan namun sampai setahun lebih gak jelas masalah sertifikatnya jadi apa enggak,” terang Siti.

Siti, menambahkan warga pernah tanya kepada Daldiri namun jawabnya suruh menunggu.

“Kalau sebulan dua bulan nunggu sih gak apa-apa tapi kalau sampe setahun, ini bukan menunggu namanya, kami menutut kepastian masalah pembuatan seterfikat kalu emang gak bisa jadi sertifikat kami minta uang kembali,” terangnya.

Saat Kupastuntas.co menyambangi kediamannya, kakam tidak ada di rumahnya, dihubungi via ponsel di nomor 0853xxxx22xx sampai berita ini dirilis ponsel yang bersangkutan dalam keadaan tidak aktif. (Sandi)

Facebook Comments