Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

Pemprov Lampung Beri Bantuan Kepada Jamil dan Adik-adiknya yang Tinggal di Kebun Karet

271
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Sapri Yadi (kiri baju hitam) Ketua Pemuda Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tubaba saat berkunjung ke tempat tinggal Jamil (paling kanan) bersama adik-adiknya di perkebunan karet sekitar Tiyuh setempat. Foto : Irawan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Sosial (Dinsos) yang dilakukan oleh Sakti Peksos Kabupaten Tubaba ternyata telah mengetahui keberadaan Jamil (15) yang menghidupi kedua adiknya di sebuah gubuk di tengah perkebunan karet milik warga, di wilayah Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Bahkan, Sumarju, Kepala Dinsos Provinsi Lampung memastikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk membantu ketiga bocah tersebut.

“Konfirmasi terhadap berita online tersebut, Satuan Bhakti Kesejahteraan Sosial (Sakti Peksos) Kabupaten Tulangbawang Barat, melalui ibu Nana Kurratur Aini sudah melakukan langkah langkah untuk membantu Jamil dan Adik-adiknya,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp, Senin (4/2/2019).

Sumarju menjelaskan, tindakan pertama yang dilakukan pada Tanggal 29 Januari 2019 yaitu Home visit dan Assesment Anak Terlantar di Tiyuh Penumangan Lama RT/RW 006 didampingi oleh Kabid Rehsos Bapak Sunardi, SH beserta Kasi Bapak Husein, Bapak Faruq serta dari LK3.

Dinsos beserta rombongan saat bertemu dengan keluarga angkat Jamil. Foto : Ist

“Tanggal 1 Februari 2019 melakukan tracing di rumah ibu kandungnya Ibu Indrawati, saudara angkat keluarga mereka Bapak Erwansyah, kepala Tiyuh Penumangan Lama Pak Syamsudin, Carik Penumangan Lama Ibu Fitriani, Bapak yang punya kebun karet yang rumahnya mereka tinggali Bapak Khasan,” jelas Sumarju.

Kemudian, sambung dia, Keluarga sedang melakukan musyawarah.

“Sakti Peksos sedang berkoordinasi dengan lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) Nurul Muttaqin Kota Bumi yang nanti akan dijadikan tempat rujukan oleh Antar (anak terlantar) tersebut.

“Jika keluarga bersedia anak-anak tersebut akan dirujuk ke LKSA,” tukas Sumarju. (Irawan)

Facebook Comments