Beranda Daerah Lampung Pesisir Barat

Kasihan, Bayi Patah Tulang di Lambar yang Harusnya Dirujuk ke Bandar Lampung Ditunda

423
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kondisi Bayi Patah Tulang di Lambar yang akan Dirujuk ke Bandar Lampung. Foto: Iwan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesisir Barat – Menanggapi telah terjadi peristiwa bayi patah tulang pasca menjalani operasi caesar di Rumah Sakit Daerah Alimuddin Umar Lampung Barat, Wakil Bupati Pesisir Barat, mengatakan bahwasannya ini soal resiko kerja.

“Tentang SOP konfirmasi langsung ke rumah sakit,” ujar Erlina melalui sambungan telpon.

Tentang ditundanya sang bayi dirujuk ke rumah sakit lain politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa ini menganjurkan untuk segera konfirmasi dan mengimbau Dinas kesehatan Pesisir Barat agar segera mengambil tindakan.

“Fokus dan secepatnya ambil tindakan, pastikan kesehatan dan keselamatan bayi serta ibu nya,” pungkas Erlina.

Lain pihak Ade, warga Pesisir Barat yang Tergabung dalam komunitas Orang Krui OK, mengetahui berita tersebut sangat prihatin atas kejadian yang menimpa keluarga Purnomo.

“Pihak rumah sakit Alimudin Umar harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada pasien baik anak maupun ibunya, dan kalau memang ada resiko yang akan terjadi saat tindakan operasi, mestinya pihak rumah sakit menyampaikan kepada keluarga korban,” papar Ade.

Berita Terkait : Pasca Operasi Caesar, Bayi Patah Tulang di Lambar akan Dirujuk ke..

Ditegaskan Ade, dugaan kelalaian tenaga medis seperti ini harus diusut sampai tuntas.

“Pihak terkait agar dapat mengusut persoalan ini sampai tuntas jangan sampai terjadi korban dari peristiwa yang sama di kemudian hari, bahkan jika terbukti kesalahan dan kelalaian harus ada penerapan sannksi terhadap pihak Rumah Sakit sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkas Ade.

diberitakan sebelumnya kenyataan pahit harus dirasakan pasangan suami istri Purnomo dan Siti Maryam, warga Pekon (Desa) Wai Rantai kecamatan Lemong kabupaten Pesisir Barat.

Pasalnya buah hati mereka yang dilahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah Alimudin Umar (RSUDAU) dalam kondisi patah tulang pada bagian kaki kirinya, pada Rabu (06/02), diduga terjadi karena kelalaian tenaga medis sehingga mengakibatkan bayi laki-laki yang belum diberi nama itu mengalami cidera.

Orang tua sang bayi Purnomo saat diwawancara awak media, menyampaikan informasi terkesan takut sehingga berubah ubah, awalnya Purnomo mengaku sebelum dilakukan tindakan caesar terhadap istrinya tidak ada informasi yang disampaikan oleh pihak rumah sakit bahwa resiko anaknya bisa patah kaki, selang beberapa menit kemudian dengan nada ragu dan berubah-ubah telah ada informasi sebelumnya dari pihak Rumah sakit akan ada resiko.

Namun faktanya dalam rekam medis yang ditunjukkan oleh pihak RSUDAU ada kejanggalan karena surat pernyataan persetujuan keluarga untuk dilakukan operasi caesar yang sebelumnya tidak diakui Purnomo tidak disertai tandatangan menggunakan materai melainkan hanya tanda tangan biasa menggunakan tulisan pena warna hitam dan selembar tulisan tangan pernyataan Purnomo.

“Sebelumnya tidak ada informasi tertulis terkait resiko dari tindakan yang diambil, saya juga tidak pernah melihat hasil USG sebelumnya,” kata Purnomo, Kamis (07/02).

Purnomo mengaku dirinya siap jika memang bayi nya harus di rujuk ke Bandar Lampung bahkan dirinya berharap agar buah hatinya bisa kembali normal selayaknya bayi pada umumnya.

Sedangkan keterangan pihak RSUDAU yang disampaikan melalui Kabag TU Agus DP, bahwa tindakan yang pihaknya lakukan sudah sesuai prosedur karena memang kondisi ibu bayi tersebut memang harus dilakukan tindakan secara cepat, pasalnya air ketuban dari ibu bayi itu telah habis sehingga salah satu tindakan yang dilakukan yaitu operasi caesar. Namun dalam melakukan tindakan tersebut Agus mengaku terdapat resiko yang bisa menimpa bayi maupun ibunya. (Nova/Iwan)

Facebook Comments