Beranda Bandar Lampung

Oknum Hakim Indehoi dengan 2 Wanita dan Diduga Konsumsi Narkoba, LBH: Pecat!

296
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Direktur LBH Bandar Lampung, Chandra Muliawan. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI) hingga saat ini belum memberikan sanksi terhadap oknum hakim Pengadilan Negeri (PN) Menggala, berinisial Y, yang tersandung kasus dugaan mesum dan penyalahgunaan Narkotika.

Hal itu pun mendapat sorotan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung. Ketua LBH Bandar Lampung, Chandra Muliawan, mendesak MA RI untuk memberikan sanksi berupa pemecatan. Sebab, kata Chandra, perbuatan yang dilakukan oknum hakim Y tersebut telah menciderai profesi hakim.

“Pecat. Karena yang bersangkutan (Y) sudah membuat kehakiman kehilangan wibawa dan kepercayaan di masyarakat. Itu tentang moralitas hakim, ” kata Chandra, Rabu (13/2).

Chandra mengaku akan segera menyurati MA supaya MA transparan dalam penegakan etika profesi hakim. “Jangan sampai jadi preseden buruk bagi hakim,” jelasnya.

Menurutnya, masalah tentang penyalahgunaan Narkotika ini sistemik, bisa juga dikatakan bahwa ada keharusan dalam upaya pengetatan dalam proses penerimaan hakim. “Dan juga secara internal, MA harus perketat pengawasan,” ujarnya.

Sebelumnya, Humas Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang, Jesayas Tarigan, mengaku pihaknya tidak mengetahui apa rekomendasi yang diberikan Komisi Yudisial (KY) dan Badan Pengawasan (Bawas) kepada MA. Tapi, kata dia, rekomendasi yang diberikan ke MA berupa hasil dari pemeriksaan dua lembaga tersebut terhadap hakim Y.

“Pemeriksaan sudah, begitu juga dengan hasil tes urinenya. Saya dengar KY dan Bawas juga sudah merekomendasikan ke MA,” kata Jesayas.

Dari rekomendasi itu, jelas Jesayas, nantinya pimpinan MA akan mengambil sikap. “Kita tunggu saja apakah pimpinan PT akan melakukan sidang majelis kehormatan hakim atau tidak, (sanksi) itu MA yang punya kewenangan mengambil sikap,” terangnya.

Hakim Y kini telah berada di PT Tanjungkarang untuk membantu pekerjaan pegawai lainnya seperti administrasi dan membantu persuratan hingga pelayanan atau kegiatan yang tidak bersifat teknis.

Jesayas telah menyatakan bahwa akan ada sanksi terberat hingga pemecatan bagi hakim Y yang terbukti mengonsumsi narkoba. “Jika yang bersangkutan terbukti menggunakan narkoba, maka sanksi terberatnya adalah sampai pemecatan seperti hakim yang sudah-sudah,” tegasnya.

Y digerebek warga pada pertengahan Januari 2019 di rumah dinasnya. Saat itu, Y sedang dalam kondisi mabuk. Di rumah dinas itu, didapati dua perempuan yang bukan istrinya. (Oscar)

Facebook Comments