Beranda Bandar Lampung

Puluhan Pemilih Disabilitas di SLB Kemiling Antusias Ikuti Sosialisasi Pemilu

64
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Terlihat puluhan siswa penyandang disabilitas saat mendengarkan sosialisasi dan pendidikan Pemilu yang dilakukan oleh KPU Bandar Lampung di SLB Kemiling, Rabu (13/2/2019). Foto: Sule/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Sedikitnya 42 pemilih penyandang disabilitas yang berada di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kemiling, jalan Teuku Cikditiro, Kelurahan Beringin Jaya, Bandar Lampung antusias mengikuti sosialisasi dan pendidikan pemilu yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandar Lampung, Rabu (13/2/2019).

Komisioner KPU Bandar Lampung Fadilasari mengungkapkan, tujuan KPU datang ke sini untuk melakukan sosialisasi kepada salah satu pemilih yang kita prioritaskan, salah satunya adalah pemilih disabilitas.

“Jadi kita sosilaisasi dan memberikan pendidikan pemilu kepada pemilih disabilatas, kemarin sudah di SLB SPKK Sukarame, sekarang SLB Kemiling. Mereka ini tidak bisa kita lupakan, karena mereka termasuk ke dalam pemilih pemula dan juga pemilih disabilitas yang harus mendapatkan sosialisasi,” ujar Fadilasari.

Fadila juga mengatakan, di SLB Kemiling terdapat disabilitas tipe B dan Tipe C yakni keterbalakangan mental dan tunarungu. Pada dasarnya mereka tahu 17 April diharuskan memilih, tetapi mereka tidak mengetahui siapa yang harus dipilih, bahkan siapa yang dipilih capres dan cawapres mereka belum mengetahui.

“Oleh karena itu kita di sini memperkenalkan, capres dan cawapres siapa saja yang harus dipilih, dan juga memperkenalkan calon, DPR RI DPRD provinsi, Kabupaten kota, dan juga DPD RI,” ungkapnya.

Terkait pemilih yang sudah berumur 17 tahun namun belum memiliki E-KTP, Fadila mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan guru yang ada di SLB, kemudian akan dicatat siapa yang belum memiliki KTP, dan meminta ke dewan guru agar menyampaikan ke orangtuanya, siapa yang berumur 17 tahun segera melakukan perkaman E-ktp.

“Jadi tetap bekerja sama dengan guru, tidak hanya keanak-anaknya karena khawatir mereka lupa, tetapi ke dewan guru juga, karena rata-rata anak-anak ini diantar jemput oleh orang tua, jadi orang tua dengan guru lebih dekat,” kata dia. (Sule)

Facebook Comments