Beranda Daerah Lampung Pringsewu

Banjir dan Kamtibmas Masuk Topik Pembahasan di Musrenbang Gadingrejo Pringsewu

47
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Suasana musrenbang di Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu. Foto : Manalu/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu – Masalah banjir dan gangguan Kamtibmas menjadi topik pembahasan dalam pelaksanaan Musrenbang tingkat Kecamatan Gadingrejo, yang berlangsung di balai Kecamatan setempat, Kamis (14/2).

Seperti yang diutarakan Kepala Pekon Klaten, Ngadik, dimana selama ini hampir setiap malam ditemui gerombolan pemuda yang nongkrong di Pekon Klaten terutama di jalan jalur dua menuju kantor Pemda Pringsewu. “Banyak pemuda yang mabuk mabukan, dan sering terjadi tindakan kriminal pencurian dan penodongan,” papar Ngadik disela sela Musrenbang.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Gadingrejo AKP Sarwani menegaskan urusan keamanan dan ketertiban harus tanggung jawab bersama karena jika sepenuhnya dibebankan kepada Kepolisian pasti tidak bisa teratasi. “Harus ada juga kesadaran masyarakat itu sendiri, salah satu contoh ada lapak tuak di Pekon Klaten sehingga pemuda gampang untuk membeli minuman dan akhirnya mabuk mabukan,” kata Kapolsek.

Demikian juga penertiban Kamtibmas khususnya di komplek Pemda, menurut AKP Sarwani petugas Kepolisian Sektor Gadingrejo selalu hadir setiap ada ancaman terhadap Kamtibmas. Selama ini, imbuh dia, petugas bolak balik melakukan patroli, tapi setelah selesai patroli mereka (pemuda) kembali lagi nongkrong dan ternyata sebagian dari mereka datang dari luar Pringsewu, seperti dari Pesawaran dan Talang Padang.

“Belakangan ini sudah 6 orang pelaku tindakan kriminal yang kami amankan dan ditahan dari lokasi tersebut,” paparnya.

Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan Andi Wijaya menyinggung soal banjir yang tiap tahun terjadi di Gadingrejo seperti di depan SPBU dan sekitarnya. “Meskipun itu kewenangan Nasional karena Jalan Negara tapi ada di wilayah kita, ini cukup memprihatinkan jika hujan turun satu jam sudah terjadi banjir dan ini terjadi dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Oleh karena itu, Andi berharap agar OPD terkait untuk serius mengatasinya. Demikian juga masyarakat agar terus mengusulkan persoalan persoalan yang ada  melalui pekon ke kecamatan yang selanjutnya diteruskan ke kabupaten. Dalam Musrenbang Andi sempat mempertanyakan BPBD yang tidak hadir dalam Musrenbang.

“Saya minta kepada protokol untuk mencatat OPD mana saja yang tidak hadir, nanti akan kita tegur karena Musrenbang seperti ini sangat penting untuk mengetahui segala persoalan,” tukasnya. (Manalu)

Facebook Comments